Ngaku Mantu Walikota, Gendam Warga

MALANG – Pelaku gendam kembali beraksi di Kota Malang. Kemarin siang, Endang Dewanti, 60 tahun, warga Perum Bukit Dieng Malang ini, melapor ke Polres Malang Kota. Ia mengaku telah menjadi korban gendam. Akibatnya, uang sebesar Rp 162 juta, dalam ATM miliknya raib.
Menurut penuturan Kevin, keponakan korban yang kemarin mengantarkan korban laporan ke Polres Malang Kota, peristiwa gendam yang dialami Endang Dewanti terjadi pada Jumat (13/2) lalu sekitar pukul 08.00. Kisahnya pagi itu, korban sedang jalan-jalan di sekitaran Dieng.
Ia berniat mau membayar air PDAM melalui Kantor Pos di sekitar Dieng. Ketika di depan Kantor Pos yang lokasinya masih sepi, langkah korban dihentikan oleh seorang pria yang mengaku dari Singapura. Pelaku mengajak korban berbicara Bahasa Singapura, tetapi korban tidak bisa.
Tak lama kemudian, datang seseorang mengendarai mobil berhenti. Pria ini turun seolah-olah ingin membantu korban. Ia mengaku sebagai menantu Walikota Malang (H M Anton). Keberadaannya karena ingin membantu korban menerjemahkan Bahasa Singapura.
Dalam pembicaraan, pelaku mengatakan sedang mencari sentra elektronik. Ia ingin membeli beberapa barang. Setelah beberapa menit diacak bicara, korban secara tidak sengaja telah dihipnotis. Pelaku kemudian mengajak korban masuk ke dalam mobil.
Selanjutnya korban diajak jalan-jalan ke sekitar Jalan Ijen. Korban diminta untuk memperlihatkan saldo ATM BNI serta BRI miliknya. Saat mengecek saldo, pelaku yang mengaku dari Singapura ikut masuk ke dalam ATM.
“Setelah mengetahui saldo dalam ATM, pelaku menukar ATM milik tante saya. Mereka kemudian mengantarkan kembali tante ke tempat pertama ketemu. Setelah itu mereka langsung pergi,” tutur Kevin.
Korban baru sadar telah menjadi korban gendam, malam akhir pekan lalu. Ketika melakukan pengecekan, ternyata uang dalam tabungannya telah terkuras dan diketahui beberapa kali terjadi transaksi. Di ATM BNI, uang yang terkuras sebesar Rp 150 juta, sedangkan di ATM BRI sebesar Rp 12 juta. Lantaran tertipu itulah, akhirnya melaporkannya ke Polres Malang Kota siang kemarin.
Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni, membenarkan adanya laporan. Ia mengatakan kalau kasusnya masih dalam tahap penyelidikan Unit Reskrim. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk hati-hati dengan orang yang tidak dikenal. Jangan langsung panic ketika ada orang yang menepuk bahu, karena bisa jadi mereka itu pelaku gendam,” papar Nunung.(agp)