Asyik Mancing Terseret Arus Sungai Metro

KEPANJEN- Seorang pemuda yang sedang asyik memancing ikan di Sungai Metro Desa Ngadilangkung, hilang terseret derasnya arus sungai, Kamis kemarin sekitar pukul 16.00 WIB. Hingga malam kemarin, tim SAR belum menemukan korban yang bernama Muhammad Waris, 22, warga Jalan Surya, Dusun Sukoyuwono, Desa Palaan, Kecamatan Ngajum.
“Saat ini, masih dilakukan pencarian terhadap korban. Kami juga berkoordinasi dengan Polsek Ngajum, terkait hilanganya korban ini,” ujar Kapolsek Kepanjen, Kompol Sulityo Nugroho kepada Malang Post semalam.
Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian itu, bermula saat korban memancing bersama tiga orang rekannya yang lain. Saat itu, cuaca sedang hujan deras. Ketiganya mencari ian, di lubang-lubang kecil yang berada di pinggiran sungai tersebut. Tanpa dia sadari tiba-tiba arus sungai meluap. Hingga membuat Waris hanyut terseret arus.
“Sekitar 30 menit setelah kejadian, peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Kepanjen. Setelah menerima laporan itu, kami langsung terjun ke lapangan dan membantu pencarian,” ujar Perwira Menengah (Pamen) dengan satu melati di pundaknya. Dijelaskannya, saat ini, Tim SAR Gabungan, sudah berada di lokasi kejadian melakukan pencarian. Tim SAR mendirikan posko di sekitar lokasi kejadian. Karena kondisi hujan dan gelap. Sehingga pencarian akan dilanjutkan pada hari ini, Jumat (20/2).
 “Tim SAR yang sudah bergabung melakukan pencarian, Tim SAR Awangga, BPBD dan PMI,” terang mantan Kasubdit Pengamnan Obyek Vital (Pam Obvit) Mapolda Jawa Timur ini.
Sedangkan dua orang temannya yang mengetahui kejadian itu, tidak bisa berbuat apa-apa. Keduanya hanya bisa melihat korban terseret derasnya arus sungai. “Penyebab kejadian ini, lantaran sungai meluap akibat hujan deras,” imbuhnya.
Untuk pencarian hari ini kata dia, tim SAR Gabungan akan difokuskan sepanjang Sungai Metro. Tidak menutup kemungkinan, pencarian dilakukan hingga Bendungan Sutami Karangkates.  (big/aim)