Minta Keterangan Enam Saksi

MALANG POST - Rizki Kusmariyanto warga Jalan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satrekrim Polres Malang. Pria berusia 42 tahun ini,, dianggap lalai, hingga menyebabkan istrinya Nurwati, 40 tahun, meninggal dunia akibat tertembak senapan angin yang dipegangnya.
Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat SIK mengatakan, tersangka dijerat Pasal 359 tentang kelalaian hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. “Meski tersangka tidak sengaja menembakannya, namun itu sudah merupakan kelalaian. Apalagi, hingga korbannya meninggal dunia,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, saat ini, tersangka sudah ditahan di sel tahanan Mapolres Malang. Selain itu, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Pemeriksaan yang dilakukan, berkaitan dengan kronologis dari kejadian maut tersebut. Termasuk menginterogasi, asal muasal dan jenis senapan angin, yang mengorbankan istrinya itu.
“Hasil sementara pemeriksaan, tersangka mengaku membeli senapan angin itu, di sebuah toko senapan angin di Kota Malang. Sedangkan untuk penggunaanya, tersangka mengaku untuk berburu,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya. Sedangkan jenis senjata itu kata dia, murni senjata angin yang dibuat berburu.
Menurutnya, sebenarnya, senjata tersebut boleh dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun, akibat kelalaian dari tersangka saat memegang senjata, mengakibatkan nyawa Nurwati melayang. Sehingga penyidik menjeratnya Pasal 359 tentang kelalaian hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.
“Ancaman hukumannya, adalah lima tahun kurungan penjara,” imbuh mantan Kasat Reskrim Polres Tuban ini. Lanjut dia, penyidik sudah memintai  keterangan dari enam saksi terkait kasus ini. Enam saksi ini, salah satunya pemilik bengkel las Maju Jaya milik Arif Muksin, yang terletak di Dusun Semanding Desa Curungrejo Kecamatan Kepanjen.
Selain itu, tiga orang warga sekitar dan dua perangkat desa yang melakukan pertolongan, juga telah dilakukan pemeriksaan. “Dari hasil pemeriksaan seluruh saksi, untuk sementara ini, tidak ada unsur kesengajaan. Kejadian ini, murni kelalaian tersangka, yang berujung kecelakaan, yang membuat korbannya meninggal,” tutur dia.
Lanjut dia, pihaknya saat ini tengah menunggu pengajuan surat penangguhan penahanan tersangka dari keluarganya. Pasalnya, kejadian ini merupakan murni kecelakaan. Selain itu, tersangka masih mempunyai tanggungan tiga anak, dua diantaranya masih kecil.
“Kami terlebih dahulu mempelajari surat penangguhan penahanan tersebut. Bila nantinya alasannya dianggap layak, maka akan kami terbitkan surat penangguhan penahanan itu,” terangnya. Seperti diberitakan di harian Malang Post Kamis (18/2) sebelumnya, peristiwa maut itu terjadi pada Rabu (17/2).
Lokasinya berada di bengkel las Maju Jaya milik Arif Muksin, yang terletak di Dusun Semanding Desa Curungrejo Kecamatan Kepanjen. Saat itu, keduanya datang ke bengkel las itu, untuk mengambil senapan angin yang diperbaiki.  Saat tersangka melakukan pengecekan, senapan angin itu meletus dan mengenai Nurwati, hingga tewas. (big/nug)