Ngaku Polisi, Sikat Rp 24 juta

MALANG – Hati-hati dengan telepon gelap yang mengaku anggota polisi. Saat ini pelaku penipuan dengan modus menyaru anggota korps baju cokelat, kembali beraksi di Kota Malang. Lailatus Sholicha, 27 tahun, warga jalan Zaenal Zakse, Jodipan Malang yang menjadi korban penipuan ‘polisi gadungan’.
Dini hari lalu sekitar pukul 03.00, saat terlelap tidur korban mendapat telepon dari seorang pria yang mengaku sebagai polisi. Pelaku mengabarkan kalau suaminya baru saja mengalami kecelakaan. Mobil yang dikendarai menabrak anak seorang Jaksa hingga meninggal dunia.
Agar kasus kecelakaan tersebut tidak diproses hukum, pelaku menawarkan untuk berdamai. Syaratnya Lailatus harus mentransfer sejumlah uang ke rekening milik pelaku. Setelah uang sudah ditransfer, pelaku menjanjikan secepatnya melepaskan suami korban.
Mungkin karena panik, korban langsung percaya. Selanjutnya tanpa mengkroscek kebenarannya, ia langsung pergi ke ATM BCA di RS Panti Nirmala Malang. Ia mentransfer uang sebesar Rp 24 juta ke rekening milik pelaku.
Setelah uang ditransfer, korban lalu menghubungi suaminya untuk memastikan sekaligus mengetahui kondisinya. Ternyata suaminya sama sekali tidak mengalami kecelakaan. Karena merasa telah tertipu, apalagi nomor handphone pelaku sudah tidak bisa dihubungi, akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke petugas Polres Malang Kota.
“Perkaranya sudah ditangani dan sekarang masih diselidiki penyidik Unit Reskrim. Apakah pelakunya adalah pelaku lama, sedang dalam penyelidikan,” tutur Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni.
Ia menambahkan, kejadian penipuan dengan modus mengaku sebagai polisi ini, bukan kali pertama terjadi. Karenanya, Nunung kembali mengimbau kepada masyarakat untuk tidak langsung percaya dengan telepon gelap.
“Lebih baik dikroscek terlebih dahulu, jangan langsung percaya kemudian mentransfer uang. Konfirmasikan ke Polres Malang Kota atau ke Polsekta terdekat. Karena kebanyakan dari telepon gelap tersebut adalah pelaku penipuan,” paparnya.(agp)