Kenal Lewat Facebook, Setubuh Hingga Hamil

Tersangka Bambang Elfianto, saat diperiksa penyidik UPPA Satreskrim Polres Malang, kemarin

KEPANJEN- Kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Malang, semakin memprihatinkan. Bambang Elfianto, 43, tahun, warga, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, sejak Kamis (19/2) harus mendekam di sel Polres Malang. Pria beristri ini, tega menyetubuhi S, 16 tahun, warga Jalan Ikan Piranha Kota Malang hingga hamil.
“Tersangka kami tangkap, setelah dijebak oleh oleh keluarga korban. Kemudian kami amankan, dengan dibawa ke sel tahanan Polres Malang,” ujar Kanit Perlindungan Perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo SH Mhum kemarin. Dijelaskannya, awal mula korban kenal dengan tersangka, melalui situs Facebook.
Kemudian, tersangka menghubungi korban melalui ponselnya pada bulan Mei 2015, untuk bertemu. Keduanya, janjian ketemu di salah satu penginapan di Kecamatan Lawang. Korban diajak oleh tersangka, untuk masuk di salah satu kamar di penginapan itu. Di dalam kamar itulah, tersangka melakukan asusila terhadap korban.
“Modus yang dilakukan, tersangka merayu korbannya untuk melakukan hubungan seksual itu. Yakni dengan iming-iming, nantinya akan dinikahi,” terang Perwira Pertama (Pama), dengan dua balok di pundaknya ini. Perbuatan asusila yang dilakukan tersangka terhadap korban, sebanyak tiga kali dan di tempat sama.
Sejak perisitwa persetubuhan itu, korban hamil. Seiring bertambahnya waktu, korban tidak bisa menyembunyikan kondisi tubuhnya tengah berbadan dua. Akhirnya, korban menceritakan kejadian sebenarnya kepada kedua orang tuanya. Tidak terima dengan perbuatan yang dilakukan, kedua orangtua korban melaporkannya ke kepolisian.
“Setelah sekian lama, tersangka ini tidak ada kabarnya. Janji untuk menikahi korban, juga tidak kunjung ditepati. Kemudian keluarga korban memancing tersangka untuk ketemu, dan saat itu dilakukan penangkapan, “ paparnya.
Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 81-82 UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, yang ancaman hukumannya lima tahun penjara. Sedangkan di hadapan penyidik, bapak dua anak ini mengakui kesalahannya itu. Dia juga membenarkan, bahwa menjanjikan akan menikahi korban.
“Saya kenal korban melalui Facebook, kemudian saya ajak ketemu di Lawang. Sejak pertemuan itu, kami saling suka. Hubungan yang kami lakukan, atas dasar suka sama suka. Tapi saya mengaku salah, tidak segera menikahinya,” terangnya. (big/feb)