Korban Hanyut Ditemukan Tewas

Tim SAR Gabungan saat melakukan evakuasi terhadap tubuh korban kemarin

KEPANJEN- Setelah dilaporkan hanyut di Sungai Metro saat mencari ikan sejak Kamis (19/2) sore, M Waris, warga Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, ditemukan kemarin. Pria berusia 22 tahun ini, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pukul 10.45 WIB atau hampir 20 jam setelah dinyatakan hilang tenggelam di sungai tersebut.
Proses pencarian korban melibatkan warga sekitar sungai, tim SAR gabungan, BPBD Kabupaten Malang dan PMI Kabupaten Malang. “Saat ditemukan pertama kali, posisi korban dalam kondisi tangannya membentang,” ujar Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, korban ditemukan empat meter dari lokasi kejadian. Korban ditemukan mengapung di atas air oleh TIM SAR Gabungan. Saat ditemukan, kondisi tubuhnya dalam keadaan mengenaskan. KEseluruhan tubuhnya, tampak pucat. Selain itu, kondisi kepala dan wajahnya, lebam. Karena akibat benturan batu-batu yang ada di sungai.
“Seteah ditemukan, langsung kami lakukan evakuasi. Evakuasi itu, membtuhkan waktu 15 menit,” tuturnya. Kemudian jekasah korban dibawa ke Kamar Mayat RSSA Kota Malang untuk dilakukan visum luar. Visum tersebut, untuk menyatakan korban tewas, akibat kecelakaan. Bukan karena tindakan kejahatan seperti pembunuhan. Setelah dilakukan Visum, jenasah korban langsung dibawa ke rumahnya untuk dimakamkan. Pemakaman terhadap korban dilakukan siang hari, kemarin.
Pada situasi yang buruk ini, dia menghimbau masyarakat untuk berhati-hati. Terutama saat melakukan aktivitas di sungai, laut dan tempat-tempat rawan bencana alam lainnya. “Intensitas curah hujan yang tinggi, sangat berpotensi terjadinya bencana alam dan kecelakaan. Untuk itu, kami minta masyarakat untuh berhati-hati,” pungkasnyaa,
Seperti diketahui, korban teeseret derasnya arus sungai saat mencari ikan Kamis (19/2) sore. Korban mencari ikan, bersama dua orang temannya yang lain. (big/feb)