Kemenag Sesalkan Kepsek, Belum Tetapkan Sanksi

MALANG - Kemenag Kabupaten Malang menyayangkan tindakan Kepala MTs Bustanul Ulum Pakisaji, Drs H Arofi S.Ag, yang melakukan pencabulan dua siswinya. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Malang, Drs M As’adul Anam pun mempersilakan penyidik Satreskrim Polres Malang, untuk melanjutkan pemrosesan hukum tersangka.
“Kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum dari yang bersangkutan (Drs H Arofi S.Ag), kepada aparat kepolisian. Karena sudah ditetapkan sebagai tersangka, maka wajib menjalankan proses hukum tersebut,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Dia menjelaskan, Kemenag Kabupaten Malang tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Arofi karena tersangkut masalah pidana dan hal tersebut merupakan problem pribadi dari tersangka, tanpa membawa nama instansi. Meskipun yang bersangkutan saat ini tercatat sebagai PNS Kemenag Kabupaten Malang.
“Masalah yang dihadapi oleh Drs Arofi ini merupakan masalah pribadinya. Sehingga, yang bersangkutanlah yang harus menyelesaikannya sendiri,” terangnya.
Meski demikian, pihaknya tetap menjunjung tinggi azas praduga tidak bersalah. Karena apa yang dilakukan Kepala MTs tersebut, belum tentu seperti yang dilaporkan.
Untuk itu, dia juga mengimbau supaya seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan saat ini. “Melalui proses pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian sekarang untuk mengetahui kebenaran dari permasalahan tersebut. Maka, ditunggu saja hasil akhir pemeriksaan dari kepolisian,” urainya.
Disinggung mengenai sanksi yang akan diberikan kepada Kepala MTs itu, dia masih belum bisa menyebutkannya. Termasuk saat dinyatakan bersalah nanti, sanksi yang akan diberikan juga tidak bisa diungkapkan. Lantaran, orang nomor satu di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Malang ini, tidak mau berandai-andai.
“Janganlah berandai-andai. Karena proses hukumnya sedang berjalan. Ikuti saja proses hukum yang saat ini dilakukan kepolisian,” terangnya.
Ketika disinggung mengenai kinerja dari tersangka, dia mengaku baik-baik saja. Menurutnya, selama ini, tersangka tidak menunjukan hal aneh dan melanggar peraturan.
Selain itu, presatsi yang ditorehkan selama memimpin MTs Bustanul Ulum Pakisaji, juga dinilai baik. “Selama menjabat, Drs H Arofi S.Ag ini berhasil membawa anak didiknya lulus 100 persen dalam Ujian Nasional (UN). Artinya, yang bersangkutan berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang baik bagi sekolahan itu,” yakinnya.
Sedangkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreksrim Polres Malang, masih terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. “Tujuh saksi telah kami periksa terkait kasus ini. Semuanya menyatakan, melihat tersangka membawa ke dalam mobil. Diduga, tersangka melakukan pencabulan itu di dalam mobil,” kata Kanit PPA Satreskrim Polres Malang Iptu Sutiyo SH M.Hum.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala MTs Bustanul Ulum Pakisaji, Drs H Arofi S.Ag tega melakukan pencabulan kepada dua siswinya. Pencabulan tersebut terjadi, saat kegiatan Pramuka berupa perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) pada 31 Januari 2015. (big/han)