Rakit Senpi, Tukang Las Ditangkap

Kedua tersangka beserta barang buktinya, saat diamankan di Satreksirm Polres Malang kemarin

KEPANJEN - Satreskrim Polres Malang berhasil menangkap dua pelaku perakit senjata api (Senpi) laras panjang, dini hari kemarin. Dua pelaku itu, Rudi Husein, 34 tahun, Warga Dusun Payung Desa Krebet Kecamatan Bululawang dan Bakri, 60 tahun, warga Desa Harjokuncaran Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe).
Dari tangan kedua tersangka, petugas menyita lima buah senpi laras panjang rakitan dan puluhan peluru dari berbagai  ukuran.
“Tersangka kami tangkap di rumahnya masing-masing. Penangkapan kedua tersangka, merupakan tindak lanjut dari operasi sikat,” ujar Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post.
Dijelaskannya, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap dua pelaku, mereka merakit sendiri senpi tersbut di masing-masing rumahnya. Khusus tersangka Rudi, dia merakit senpi tersebut di rumahnya yang sekaligus digunakan sebagai bengkel las. Senpi itu dirakit menggunakan las yang ada di bengkelnya tersebut.
“Mulanya, senpi ini adalah senapan angin. Oleh tersangka Rudi ini dimodifikasi menjadi senjata laras panjang,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya ini.
Masih kata dia, kedua tersangka ini mengaku mempergunakan senpi rakitan untuk berburu hewan seperti monyet dan burung. Dalam pemeriksaan, tersangka Rudi mengaku belajar merakit senjata tersebut dari salah seorang oknum petugas Brimob berinisial RN. Petugas juga telah mengantongi identitas RN. Dalam waktu dekat, Satreskrim Polres Malang akam melakukan pemanggilan serta pemeriksaan bagi anggota Brimob berinsial RN itu.
“Akan kami dalami keterlibatan anggota berinisal RN ini,” imbuh mantan Kasat Reskrim Polres Tuban ini.
Sedangkan untuk tersangka Bakri ini kata dia, bisa membuat senpi rakitan tersebut, melalui pembelajaran secara otodidak. Kedua tersangka mengelak tuduhan pembuatan senpi rakitan itu, untuk diperjual belikan.
Atas perbuatan tersebut, kedua tersangka dijerast dengan UU Darurat No 12 Tahun 1951, tentang kepemilikan serta penyalahgunaan senjata api. Ancaman hukumannya, maksimal 20 tahun kurungan penjara. Sementara itu, dihadapan penyidik yang memeriksanya, tersangka Rudi baru setahun ini melakukan perakitan senpi.
“Saya belajar dari anggota Brimob. Kemudian, saya diberitahu tentang jenis-jenis senjata dan pelurunya,” kata dia.
Dia mengaku kenal oknum anggota Brimob itu, saat yang bersangkutan menlaskan kendaraanya. Tersangka Bakri, mengaku hanya iseng merakit senjata api tersebut.
“Awalnya senjata api rakitan ini, merupakan senapan angin biasa. Saya modifikasi seperti snipper. Tujuan nya hanya untuk berburu burung di sekitar rumah  saya,” kilah Bakti. (big/aim)