Depresi Epilepsi, Mahasiswa UM Akhiri Hidupnya

PAKIS - Ketenangan warga sekitar Jalan Kapimenda 4 RT 7 RW 17 Desa Mangliawan Kecamatan Pakis, berubah mendadak menjadi gempar pada Rabu (25/2) malam. Warga sekitar dikejutkan dengan aksi nekat Eko Setyo Budi, 22 tahun, yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam rumahnya.
Penyebab mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang (UM) semester empat ini mengakhiri hidupnya, lantaran depresi menderita penyakit epilepsi. “Tidak ada bekas penganiayaan di tubuh korban. Penyebab kematiannya murni bunuh diri,” ujar Kapolsek Pakis AKP Heri Purwanto kepada Malang Post kemarin.
Informasi yang dihimpun, sebelum ditemukan tewas, korban pada pagi harinya berada di rumah. Keseharian korban, hanya bersama adik kandungnya yang bernama Rike, 17 tahun. Kedua orang tuannya berdinas di pertambangan Kabupaten Sumbawa. Selama dua tahun belakangan ini, mereka hanya berdua tinggal di rumah tersebut.
“Orang tuanya, hanya sesekali pulang. Yang pasti, setiap lebaran, orang tua mereka selalu pulang ke rumah tersebut,” ujar Ketua RT 7 Siti Zulaikha di tempat yang sama.  Menurutnya, korban merupakan anak yang baik dan ramah. Saat keluar rumah maupun pergi berangkat kuliah, bila ketemu tetangga sekitar, korban pasti menyapa.
Pagi hari kemarin, adiknya pamitan berangkat sekolah. Sebelum berangkat, dia terlebih dahulu pamitan kepada korban. “Saat pamitan itu, adiknya bertanya kepada korban. “Enggak kuliah ta kak?”. Jawab korban, “Jadwal kuliahku, masuk siang,” ujar dia menirukan pembicaraan keduanya.
Adiknya naik angkot untuk pergi sekolah. Saat Rike pulang ke rumah sekitar pukul 19.30 WIB. Kondisi lampu teras depan rumah menyala. Sedangkan sepeda motor milik korban, masih berada di dalam garasi. Rikepun masuk ke dalam rumah, tanpa merasakan curiga sebelumnya.
Saat menyalakan lampu dapur, betapa kagetnya dia melihat tubuh kakknya yang menggantung di atas. Otomatis, diapun berteriak minta tolong yang menggemparkan warga sekitar. “Saya langsung menuju rumah korban, untuk mengetahui apa yang terjadi. Saat itu, tubuh korban sudah menggantung di atas,” kata Zulaikha.
Saat ditemukan kali pertama, tubuh korban menggantung menggunakan kain warna hijau dan mukanya ditutup oleh kain berwarna putih. “Di Dekat jenazah korban, terdapat sepucuk surat wasiat,” imbuhnya. Isinya adalah mohon orang tuanya bayarkan hutang Rp 50 ribu kekurangan beli jaket ke temannya.
Selain itu, dia juga meminta maaf kepada orang tuanya yang selalu merepotkan karena pneyakit epilepsi yang dideritanya. Mengetahui kejadian itu, Zulaikha bergegas melaporkannya ke perangkat desa yang kemudian diteruskan ke Polsek Pakis. Petugas yang datang bersama tim identifikasi Polres Malang, langsung elakukan olah TKP. (big/aim)