Polisi Bentuk Dua Tim

MALANG – Polisi terus melakukan pendalaman terkait kasus perampokan yang mengakibatkan Suwandi (50) meninggal dunia. Tidak hanya melakukan pemeriksaan kepada para saksi, petugas juga membuat tim dalam penanangan kasus ini. Demikian dikatakan Kapolres Malang AKBP Aris Haryanto, kemarin.
Dia menambahkan, plosi membetuk dua tim untuk mengungkap kasus yang menggegerkan warga ini. Tim pertama dari Polres Malang dan tim kedua dari Polsek Tumpang. “Dua tim ini bertugas memburu pelaku,’’ tegasnya.
Sejauh ini Aris mengatakan petugas belum menemukan titik tentang pelaku yang tega menghabisi nyawa korban. Tapi bukan berarti polisi tidak bisa mengungkap. Pria dengan dua melati di pundak ini berjanji untuk berusaha sekeras tenaga. “Mohon doa restunya saja, semoga kasus ini cepat terungkap,’’ tambahnya.
Disinggung soal saksi yang telah diperiksa, Aris mengatakan, sejauh ini baru tiga saksi yang diperiksa petugas. Yakni istri pertama korban Siti Fatimah, istri kedua korban Kasiatun dan penjaga seleb Sutikno. Dari hasil pemeriksaan sementara, para saksi ini memang tidak memberikan keterangan yang janggal. “Keterangannya ya seperti yang ada di koran hari ini, contohnya Sutikno penjaga selep mengaku pulang karena ada Suwandi datang menjaga selep, sementara istri korban memilih kabur dan bersembunyi karena takut,’’ katanya, yang menguraikan ketakutan, istri korban Kasiatun, 37 tahun ini wajar, lantaran dia berpikir pelaku akan melakukan penganiayaan kepadanya.
“Tapi sekali lagi kami masih mendalami. Semua keterangan yang diberikan ini masih kami dalami dengan teliti,’’ katanya. Termasuk apakah motif pelaku 100 persen melakukan perampokan atau ada motif lain, Aris mengaku masih menyelidiki. Hanya saja dia mengatakan jika dalam perampokan tersebut tidak ada uang yang hilang. Barang atau materi yang diambil pelaku hanyalah motor. “Motor saja yang diambil, kalau ditaksir harganya Rp 10 juta,’’ katanya.
Saat disinggung kemungkinan motif dendam sebagai latar belakang perampokan dan pembunuhan itu, lagi-lagi Aris pun hanya tersenyum. “Nanti ya, kan masih diselidiki. Biarkan tim ini konsentrasi untuk melakukan penyelidikan,’’ tandasnya.
Seperti yang diberitakan koran ini sebelumnya kriminalitas kembali terjadi di Kabupaten Malang. Kali ini aksi sadis pelaku perampokan terjadi di wilayah hukum Polsek Tumpang, persisnya di Dusun Glanggang, Desa Slamet, Rabu dini hari sekitar pukul 03.00. Pelaku yang berjumlah sekitar tiga orang dengan memakai cadar dan sajam, secara keji melukai korbannya hingga meninggal. (ira/han)