Tukang Pijat Asal Kedungkandang Simpan SS

MALANG - JP alias Jupri (50), warga Jalan Muharto VII, Kedungkandang, Kota Malang harus menelan perbuatannya. Pria bekerja sebagai tukang pijat ini harus mendekam dipenjara lantaran kedatapan  menyimpan narkoba jenis sabu-sabu. Polres Malang Kota menemukan 7 klip plastik kecil berisi sabu-sabu, seberat 1,5 gram setelah melakukan penggeledahan terhadap tersangka.
Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni mengatakan, penggeledahan tersebut dilakukan pada 11 Februari 2015 silam, setelah polisi melakukan penyelidikan. "Ada 1 klip plastik pada saku kiri tersangka saat penangkapan. Kemudian polisi melakukan penggeledahan di rumah tersangka. Hasil penggeledahan di sana, polisi menemukan 6 klip plastik berisi sabu-sabu," ujar Nunung kepada wartawan di Mapolres Malang Kota, kemarin (27/2/15) siang.
Ditambahkan, Jupri menyimpan barang terlarang itu di dalam bungkus rokok yang disimpan di dalam tas hitam. Tas hitam itu, ditaruh di belakang lemari pakaian Jupri. Berdasarkan pengakuan Jupri kepada polisi, dirinya mendapat sabu-sabu dari FRZ alias  Farid (32), warga Jalan Kalianyar, Wonokoyo, Kedungkandang. Jupri mendapatkan barang tersebut ke Farid yang sehari-harinya menjadi peternak burung, dengan cara membeli seharga Rp 2,25 juta.
Tidak lama setelah mengetahui hal tersebut, Polisi juga membekuk Farid. Hasil pengembangan polisi dari penangkapan Farid , diketahui kalau sabu-sabu yang dibeli Jupri berasal dari Sobar Wahyudi (37), warga Jalan Mayjend Sungkono, Buring, Kedungkandang Kota Malang. "Polisi kembali berhasil menangkap Sobar. Ketiganya sekarang menjadi tahanan Polres Malang Kota," tandas Nunung.
Kini, ketiganya sedang menjalani proses pengembangan dan pemeriksaan di Sat Narkoba Polres Malang Kota. Sementara itu, polisi masih mengincar pria berinisial JH, yang diduga memasok narkoba pada Jupri, Sobar, dan Farid.
Menurut Nunung, tersangka JP atau Jupri, menyimpan sabu-sabu dengan motif digunakan sendiri dan hendak dijual untuk mendapat keuntungan. Lantaran perbuatannya,  Jupri bersama dua tersangka lain terpaksa dijerat pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara 4-12 tahun penjara. (erz/nug)