Terungkap Berkat GPS

MALANG – Anda pemilik mobil, sepertinya harus mulai memikirkan untuk memasang Global Positioning System (GPS). Sebab alat pelacak mobil yang terpasang pada mobil pick up L300 nopol N 9709 RC milik Ong Shandy Anthony, warga Jalan KH Zaenal Arifin Malang inilah, yang menjadi petunjuk terungkapnya komplotan pencuri mobil, Satori Cs. Mobil diketahui berada di wilayah Kecamatan Pakis, beberapa jam setelah diketahui hilang dicuri.
Shandy yang mengetahui keberadaan mobilnya berada di Kecamatan Pakis melalui GPS, lalu memberitahu polisi. Mendapat laporan dan informasi tersebut, polisi dan Shandy keliling mencari keberadaan mobil warna cokelat tersebut. Hasilnya sekitar pukul 08.00 diketahui mobil disembunyikan oleh pelaku di sebuah ladang kosong di sekitar Jalan Mangliawan (Wendit) Pakis.
Setelah mendapati keberadaan mobil, polisi tidak langsung bergerak mengamankan mobil. Untuk menangkap pelaku, polisi harus bersabar menunggu. Beberapa personil polisi disebar untuk menyanggong pelaku.
“Kami menyanggong karena yakin pelaku akan datang mengambil mobil. Pelaku sangaja menaruh mobil curian di lahan kosong, untuk menghindari ada GPS. Karena setelah lama tidak ada yang datang, mungkin mereka menganggap mobil tanpa dilengkapi GPS,” terang AKP Adam Purbantoro.
Hampir tujuh jam dilakukan penyanggongan, sekitar pukul 16.30 dua pelaku akhirnya datang, yakni Luddin serta Ahmad Sulaiman. Keduanya hendak membawa kabur mobil curian tersebut. Mengetahui itu, polisi langsung menghadang.
Ketika akan ditangkap, Luddin malah berusaha menyerang dan kabur. Tak ingin buruannya lolos, polisi lalu memberi tembakan peringatan. Tetapi Luddin tidak mengindahkan. Polisi pun terpaksa mengarahkan tembakan sekali tepat di dadanya. “Ada banyak tembakan peringatan, tetapi pelaku tetap menyerang. Bahkan sempat ditembak kakinya, namun kebal,” ujar warga, yang dibenarkan salah satu petugas.
Sedangkan Ahmad Sulaiman yang juga berusaha kabur, terkapar setelah tertembus dua peluru di kaki kanannya. Dari penangkapan kedua pelaku ini, selang 30 menit polisi lalu memburu dua pelaku lain, yakni Satori dan S (Samsul, red) di sebuah rumah kontrakan di Balearjosari, Blimbing.
Lagi-lagi, Satori yang mau ditangkap, juga berusaha menyerang dan kabur. Polisi terpaksa kembali mengeluarkan tembakan peringatan. Karena tidak diindahkan, sebutir peluru akhirnya disarangkan di dada Satori. Sementara Samsul yang menyerah, diamankan sebagai saksi.(agp/han)