Polisi Buru Tiga ‘Kucing’ Lagi

MALANG – Polres Malang Kota masih belum puas. Perburuan terhadap ‘Kucing’ (sebutan pelaku curanmor, red) tidak berhenti pada Satori Cs. Ada tiga pelaku lagi yang kini masuk dalam target operasi (TO). Ketiganya adalah komplotan Satori dan Luddin, yang ditembak mati karena menyerang polisi.
Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata SIK, melalui Kasatreskrim AKP Adam Purbantoro, membenarkan masih ada komplotan lain yang belum tertangkap. Mereka kini dalam perburuan petugas.
“Masih ada dua sampai tiga pelaku lagi yang buron. Identitasnya kami rahasiakan, yang jelas sudah kami kantongi. Sekarang ini (kemarin siang, red) saya bersama dengan anggota masih di lapangan memburu mereka,” terang Adam Purbantoro, saat dikonfirmasi via telepon siang kemarin.
Jumat (27/2/15) malam, Satreskrim Polres Malang Kota menembak mati dua dari empat pelaku curanmor. Yaitu Satori, 44 tahun, warga Pamekasan – Madura, yang juga tinggal di Jalan Jaksa Agung Suprapto I Malang. Dan Luddin, 47 tahun, warga Jalan Mawar Malang, yang tinggal di Perum Gardenia Saptorenggo, Kecamatan Pakis.
Mereka berdua ditembak mati karena berusaha menyerang dan melarikan diri saat mau ditangkap. Dua pelaku lagi yaitu Ahmad Sulaiman, 32 tahun, warga Jalan Terusan Kenikir, Kecamatan Lowokwaru, ditembak di betis kaki kanannya, serta berinisial S (Samsul, red) warga Kota Malang, yang masih sebatas saksi.
Keempatnya yang merupakan spesialis pencuri mobil pick up ini, ditangkap setelah mencuri dua mobil pick up pada Jumat dini hari. Pertama mobil Carry nopol M 1085 VA milik Supriyanto, 40 tahun, di Jalan Kresno, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing. Dan Mobil L300 nopol N 9709 RC di Jalan IR Rais Malang, milik Ong Shandy Anthony, warga Jalan KH Zaenal Arifin Malang.
“Untuk S (Samsul, red) sampai saat ini statusnya masih sebagai saksi. Belum ada bukti yang mengarah pada keterlibatannya. Tetapi kami akan terus mendalami sebab saat kami amankan ia bersama para pelaku. Yang bersangkutan, sekarang masih berada di Mapolres Malang Kota untuk diperiksa,” jelas Adam.
Untuk TKP pencurian, perwira dengan pangkat tiga balok ini mengatakan, sampai saat ini baru dua TKP yang diakui, yaitu Jalan Kresna Polehan serta Jalan IR Rais Malang. Namun polisi berupaya untuk mengembangkan ke lokasi lain. Karena selama ini banyak kasus pencurian mobil yang terjadi di Kota Malang.
“Para pelaku ini masih tutup mulut. Mereka seperti kayu mati, tidak mau berbicara jujur. Namun kami akan mengembangkannya dari barang bukti yang kami amankan. Karena banyak perkakas mobil yang kami amankan dari para pelaku. Indikasinya perkakas tersebut adalah dari mobil yang dicuri,” paparnya.
Barang bukti yang diamankan, selain dua mobil pick up hasil curian yaitu mobil Carry nopol M 1085 VA dan L300 nopol N 9709 RC, juga dua sepeda motor Honda Beat nopol N 4742 CX serta N 2178 AU. Dua motor ini yang menjadi sarana aksi para pelaku.(agp/han)