Gembong Curanmor Beristri Empat

MALANG – Satori dan Luddin, dua residivis pencuri mobil yang ditembak mati oleh Polisi Jumat (27/2) malam lalu, memiliki perjalanan hidup yang menarik. Berawal dari tukang becak dan sopir angkot, kehidupan mereka berubah setelah jadi pencuri.
“Keduanya (Satori dan Luddin, red) merupakan residivis kambuhan. Mereka ini memang spesialis maling mobil pick up. Bahkan sudah lama menjadi buronan,” ujar salah satu sumber Malang Post di kepolisian.
Sebelum terjun ke dunia kejahatan, Satori dan Luddin ini sama-sama bekerja pada tukang sate, sekitar tahun 2000-an. Mereka datang dari Madura, untuk mencari pekerjaan di Malang. Sebelum mendapat pekerjaan pokok, mereka membantu penjual sate yang berasal dari Madura.
Bahkan ada sebutan di kalangan polisi, adalah ‘Kelompok Bakul Sate Kaliurang dan Samaan’. Beberapa bulan membantu berjualan sate, Satori dan Luddin akhirnya mendapat pekerjaan pokok. Luddin bekerja sebagai tukang becak di sekitar Samaan, sedangkan Satori bekerja sopir angkot jalur AG (Arjosari – Gadang) bersama dengan adiknya yang kini diketahui sebagai Lurah di Tlanakan Taruhan, Pamekasan Madura.
“Amin, adik Satori ini dulunya juga seorang pelaku curanmor. Ia pernah ditangkap oleh Polda Jatim dan pernah menjadi DPO Polres Malang Kota,” tutur sumber Malang Post, yang meminta namanya dirahasiakan.
Entah apa karena desakan ekonomi, Satori saat itu beralih ‘profesi’ sebagai pelaku curanmor. Akibat ulahnya, pada 2001 ia ditangkap Polda Jatim bersama adiknya Amin. Keluar setelah menjalani hukuman, Satori tidak kapok. Ia kembali mencuri beberapa mobil pick up.
Pada 2008, ia ditangkap lagi oleh Polres Malang Kota kasus yang sama. Satori ditangkap di rumah kontrakannya di Jalan Mujamil (depan kantor kir) Karanglo. “Setelah keluar lagi, ia kembali melakukan pencurian mobil. Hasil kejahatannya cukup banyak, termasuk sampai bisa mempunyai empat istri,” jelasnya.
Sedangkan Luddin, juga memiliki track record buruk di dunia kejahatan. Ia juga beberapa kali melakukan pencurian mobil bersama kelompok Satori. Hasil dari beberapa kali mencuri, Luddin sampai diketahui membeli rumah di Perum Gardenia Saptorenggo, Kecamatan Pakis. Termasuk memiliki dua unit mobil, yaitu Honda Freed serta mobil Kijang.
“Termasuk Ahmad Sulaiman, pelaku yang ditembak kakinya, juga memiliki mobil Toyota Avanza keluaran terbaru dan rumah bagus. Mobil Avanza tersebut juga menjadi barang bukti, karena dugaan dibeli dari hasil mencuri,” paparnya.
Berdasarkan informasi yang didapat Malang Post dari beberapa sumber di kepolisian, Satori serta Luddin ini merupakan sahabat karib. Track record di kepolisian, keduanya sudah beberapa kali berurusan dengan polisi dalam kasus yang sama.
Polres Malang Kota memang menyatakan ‘perang’ terhadap pelaku curanmor yang beraksi di wilayah Kota Malang. Tindakan tegas dengan menembak mati dua gembong maling mobil Jumat (27/2) malam lalu, menjadi bukti keseriusan polisi untuk memberantas ‘Kucing’ (sebutan pelaku curanmor, red).
Satori serta Luddin, dua gembong maling mobil ini, yang menjadi ‘korban’ pertama kebangkitan polisi dalam memberantas pelaku curanmor. Keduanya ditembak mati karena menyerang anggota dan berusaha kabur, ketika akan ditangkap.(agp/ary)