Polisi Kembalikan Mobil Curian

MALANG – Dua mobil pick up yang dicuri kawanan Satori Cs, hari ini akan diserahkan kepada pemiliknya. Penyerahan mobil akan diberikan langsung oleh Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata SIK. Mobil dikembalikan, karena sebagai roda mata pencaharian korban.
“Senin siang (hari ini, red) sekitar pukul 14.00, korban kami undang untuk datang ke Polres Malang Kota. Kami akan menyerahkan barang bukti mobil kepada korban. Harapannya supaya masyarakat senang hartanya bisa kembali,” terang Singgamata, kemarin.
Penyerahan barang bukti mobil kepada korban ini, sifatnya hanya sebatas pinjam pakai sampai proses penyidikan dilimpahkan ke Kejaksaan dan sidang ke Pengadilan. Karena kedua barang bukti mobil tersebut, akan dihadirkan dalam persidangan. Baru setelah ada putusan sela, barang bukti akan dikembalikan kepada pemiliknya.
“Kota Malang sudah begitu resah dengan curanmor. Karena hampir setiap hari ada bayang-bayang pelaku curanmor. Mari kita bersama-sama untuk memerangi pelaku curanmor,” ujar Singgamata.
Sementara itu, penyelidikan kasus curanmor kelompok Satori Cs ini masih terus berlanjut. Polisi telah membentuk beberapa tim untuk memburu komplotannya yang masih buron. Termasuk menyelidiki jaringan kelompok curanmor lain, yang juga sama-sama spesialis mobil pick up.
Karena dari sumber Malang Post di kepolisian, selama 2014 dan 2015 ini ada puluhan kasus pencurian mobil pick up yang dilaporkan ke polisi. Ada lebih dari 40 kasus, dan TKP pencuriannya menyebar di lima kecamatan di Kota Malang. Apalagi sebelum membentuk jaringan dengan Luddin, Satori sebelumnya juga memiliki jaringan kelompok lain.
“Kami masih terus berupaya untuk memburu pelaku lainnya. Doakan saja, semua pelakunya berhasil kami amankan,” tutur Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro.
Bagaimana dengan S (Samsul, red) yang sebelumnya ikut diamankan ? Adam menjelaskan, untuk Samsul tetap masih sebatas saksi. Bahkan Samsul sudah dipulangkan, karena tidak terbukti dan sudah 1 x 24 jam diamankan. “Ia kami wajibkan lapor setiap Senin dan Kamis, karena kesaksiannya masih kami butuhkan,” katanya.
Sementara itu, fungsi Global Positioning System (GPS), alat pelacak yang terpasang pada mobil, diakui memang sangat berguna sekali. Susilo, warga Dinoyo – Lowokwaru, yang pernah kehilangan mobil bisa melacak keberadaan mobilnya, hingga mobil miliknya berhasil ditemukan.
“Mobil saya dulu pada tahun 2013, pernah dibawa kabur karena dipinjam oleh orang kemudian dipinjamkan lagi sampai beberapa hari tidak kembali. Saya sempat melaporkannya ke polisi, dan berhasil melacak keberadaan mobil melalui GPS. Berkat GPS itu mobil bisa kembali pada saya lagi,” terang Susilo.
Susilo menerangkan, biaya untuk pemasangan mobil memang mahal. Dulu pada 2010 ia memasang GPS seharga Rp 2,5 juta. GPS yang dipasang programnya seperti ponsel, dengan menggunakan kartu perdana. Di mana setiap mesin mobil dihidupkan atau dimatikan, akan selalu mendapat pesan SMS pada HP.
“Kegunaan GPS ini, selain bisa melacak keberadaan mobil ketika dicuri, kita bisa mematikan mobil dari jarak jauh melalui handphone saat mobil dicuri. Karena fungsi GPS ini memang sebagai pengaman mobil,” tuturnya.(agp/ary)