Modus Pecah Kaca Mobil Masih Marak

MALANG – Polres Malang Kota  dinilai harus lebih tegas dalam menindak pelaku kejahatan. Tidak hanya pelaku curanmor, tetapi juga pelaku kejahatan lain seperti kawanan pencuri modus pecah kaca mobil. Pasalnya, pencurian modus ini juga cukup meresahkan masyarakat.
Pencurian modus pecah kaca mobil ini, akhir pekan lalu terjadi di Kota Malang. Korbannya adalah Sapto Adi, 41 tahun, warga Jalan Danau Tondang Dalam III, Kelurahan Sawojajar – Kedungkandang. Satu buah laptop merek Asus beserta beberapa buku tabungan miliknya raib.
Akibat kejadian tersebut, Sapto mengaku menderita kerugian sekitar Rp 5 juta. Kasus pencurian itu sendiri, olehnya langsung dilaporkan ke petugas Polsekta Kedungkandang. “Kasusnya sudah ditangani oleh Polsekta Kedungkandang. Saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni.
Diterangkan Sapto dalam laporannya, aksi pencurian tersebut terjadi di depan Alfamart Jalan Danau Maninjau, Sawojajar – Kedungkandang sekitar pukul 17.10. Kisahnya, petang itu, ia berniat pulang setelah baru selesai bekerja. Sebelum pulang Sapto terlebih dahulu mampi di Alfamart, untuk membeli snack.
Mobil Toyota Avanza nopol N 1189 BD yang dikendarai, di parkir depan Alfamart. Setelah dipastikan dalam kondisi terkunci, korban lalu masuk ke dalam Alfamart untuk belanja. Saat ditinggal masuk inilah, pelaku yang diduga sudah mengincar langsung beraksi.
Korban baru mengetahui kejadian pencurian itu, selang 10 menit kemudian saat keluar dari Alfamart. Ia kaget setelah melihat kaca pintu mobil tengah sebelah kiri pecah. Saat dicek, ternyata laptop serta beberapa buku tabungan yang ada di taruh di bangku tengah sudah tidak ada. Karena yakin dicuri, oleh korban langsung dilaporkan ke polisi.
“Kami kembali mengimbau kepada masyarakat untuk lebih hati-hati lagi. Jangan meninggalkan barang berharga di dalam mobil tanpa pengawasan. Meskipun hanya ditinggal beberapa menit saja,” papar Nunung.(agp/nug)