Dua Bulan Tangkap 7 Penadah, 24 Pelaku

MALANG – Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata SIK, terus menyuarakan status ‘perang’ terhadap pelaku curanmor di Kota Malang. Tidak hanya pencuri mobil, maling motor pun kini menjadi musuh polisi untuk dibasmi habis. Tindakan tegas seperti tembak mati, tetap akan diberlakukan jika pelaku melawan dan menyerang petugas.
“Setelah pencuri mobil, berikutnya pencuri motor. Untuk perkembangan maling mobil, masih ada pelaku lain yang kini masih kami buru. Tinggal menunggu waktu saja. Jadi wartawan siap-siap saja kalau malam hari kami hubungi,” terang Singgamata, sembari tersenyum.
Mantan Kapolres Lumajang ini menyebut, selama dua bulan terakhir Polres Malang Kota telah mengungkap 31 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Dimana tujuh pelakunya adalah penadah barang curian, sedangkan sisanya 24 orang adalah pelaku curanmor.
“Kami akan menindak tegas pelaku curanmor karena sudah benar-benar meresahkan masyarakat. Setiap pelaku curanmor pasti akan kami tindak tegas. Penggunaan senjata api (senpi) akan kami berlakukan jika memang pelaku menyerang dan membahayakan petugas. Karena setiap penembakan pelaku, sudah ada prosedurnya. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita perangi curanmor,” paparnya.
Kemarin, dua barang bukti mobil pick up yang dicuri kawanan Satori Cs, diserahkan kepada pemiliknya masing-masing. Kapolres Malang Kota yang menyerahkan langsung mobil tersebut kepada pemiliknya. Mobil Suzuki ST Carry diserahkan kepada Suprianto, warga Jalan Kresna, Kelurahan Polehan, Blimbing. Sedangkan mobil L300 diserahkan kepada Ong Sandy Anthony, warga Jalan KH Zainul Arifin Malang.
“Mobil ini kami serahkan supaya bisa dipergunakan untuk bekerja lagi. Tetapi sifatnya hanya pinjam pakai. Nanti ketika diperlukan untuk dilimpahkan ke Kejaksaan, mobil kami tarik sementara. Jadi kami minta kooperatifnya, supaya proses penyidikan berjalan lancar,” tutur Singgamata, kepada kedua pemilik mobil.
Saat menerima mobilnya kembali, kedua korban mengaku cukup senang. Pasalnya mobil tersebut merupakan roda kehidupan mereka. “Dulu memang sempat sedih saat mobil hilang. Tetapi begitu ketemu ya biasa saja,” kata Ong Sandy singkat. “Saya merasa senang, akhirnya mobil kembali. Setelah pulang, saya akan membuat jenang merah untuk syukuran,” ucap Suprianto.(agp/han)