Kontrak Rumah Bersama Mahasiswi Akbid

MALANG – Jika kelompok Satori Cs tidak segera terungkap, mungkin sampai hari ini masih ada masyarakat yang melapor kehilangan mobil. Sebab kawanan gembong curanmor ini, sudah merencanakan aksinya untuk setahun mendatang di wilayah Kota Malang. Sebagai buktinya, mereka telah mengontrak rumah selama setahun di Jalan Kerapu 11 (Cakalang), Kelurahan Purwodadi, Blimbing sebagai sarang persembunyian.
Rumah di Jalan Kerapu 11 Malang ini, berada di bagian ujung. Bercat kuning, rumah yang menghadap ke timur itu cukup luas dan bagus dengan halaman yang lumayan luas. Bisa menjadi lahan untuk memarkir beberapa mobil sekaligus.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Malang Post dari beberapa sumber, rumah itu milik warga keturunan Cina asal Surabaya. Rumah disewa oleh Satori Cs sejak sekitar dua bulan lalu (awal Januari 2014) dengan sewa selama setahun sekitar Rp 15 juta. Di dalam rumah terdapat perabotan lengkap, seperti TV, mesin cuci, kulkas serta beberapa perabot pendukung lainnya.
Yang menarik, selama dua bulan tinggal di rumah kontrakan tersebut, Satori Cs bersama empat wanita. Seorang wanita diketahui bertubuh tambun, sudah seperti ibu-ibu. Tiga wanita lainnya masih muda. Warga sekitar mengetahui ketiganya adalah mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid).
“Mereka jarang ngobrol dengan tetangga. Kalau sudah masuk tidak keluar lagi. Tiga orang perempuan ini masih muda. Mereka seperti mahasiswi Akbid, karena setiap keluar memakai seragam Akbid,” tutur warga yang meminta supaya namanya dirahasiakan.
Saat kali pertama mau menempati rumah kontrakan, para wanita ditemani seorang pria sempat mendatangi rumah Ketua RT05. Mereka meminta izin untuk tinggal. Pria yang mengantarkan mengaku sebagai orang tua dari salah satu wanita itu. “Kami tidak curiga. Saya mengiranya memang anaknya, karena perempuannya masih muda. Setahu saya ada tiga perempuan muda yang tinggal di rumah kontrakan itu,” papar Gatot, Ketua RT05.
Namun setelah ada penggrebekan yang dilakukan Polres Malang Kota, keempat perempuan tersebut tidak diketahui keberadaannya. Mereka kabur tanpa ada yang mengetahui. Bahkan, beberapa pakaian seragam Akbid masih terlihat di tempat jemuran teras rumah.
Setiap malam, warga juga mengaku selalu melihat ada mobil yang diparkir di halaman depan rumah. Mobilnya selalu berganti-ganti. Warga sempat curiga, namun tidak ada keberanian bertanya, karena Satori Cs ini tertutup dengan warga.
“Saya sempat curiga dengan mereka, karena mobilnya selalu bergantian. Tetapi ketika mau menegur tidak ada keberanian untuk menanyakan,” kata warga lain yang dibenarkan oleh beberapa warga.
Dengan adanya peristiwa Jumat (27/2) lalu tersebut, warga mengaku sangat kaget. Mereka tidak menduga enghuni rumah kontrakan adalah sarang gembong curanmor yang selama ini meresahkan masyarakat Kota Malang.(agp/han)