Bank Antar Daerah Dibobol

MALANG - Perburuan terhadap pelaku curanmor kelompok Satori Cs yang belum tuntas, Polres Malang Kota kembali disibukkan dengan aksi percobaan pembobolan Bank. Minggu (1/3), Bank Anda (Antar Daerah) cabang Basuki Rahmad dibobol pencuri. Pelaku diketahui seorang diri.
Kendati tidak ada barang ataupun uang yang berhasil dibawa kabur, namun kejadian ini menjadi sebuah peringatan. Kawanan spesialis pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang pernah menghebohkan Kota Malang, mulai bergentayangan. Beberapa ATM ataupun kantor cabang bank, yang tanpa pengawasan mulai dilirik pelaku.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Malang Post dari beberapa saksi Minggu malam, aksi pembobolan terjadi pada Minggu sore sekitar pukul 16.00. Saat kejadian, kondisi wilayah Kota Malang sedang diguyur hujan deras. Bank Anda juga tutup sejak Sabtu (28/2) dan di dalam bank tanpa ada seorang penjaga (security).
"Bank Anda tidak ada satpam (security, red). Saat kejadian sekitar lokasi memang sepi karena hari libur," ujar warga sekitar.
Pelaku yang diduga sudah merencanakan aksinya, masuk dengan melompat pagar setinggi sekitar satu meter. Selanjutnya masuk ke dalam bilik ATM yang posisinya persis depan pintu masuk Bank Anda. Pelaku sempat berusaha membuka paksa mesin ATM, namun gagal karena sulit dibuka.
Tidak berhenti di situ, merasa gagal membongkar ATM, pelaku masuk ke dalam bank. Untuk masuk ke dalam bank, pelaku melewati lubang kecil pintu pagar harmonika di belakang mesin ATM.
Hebatnya, pelaku bisa masuk lubang dengan lebar sekitar 10 sentimeter itu dengan mulus. Padahal secara logika, sangat sulit seorang pria dewasa bisa masuk, sekalipun memiliki tubuh kurus.
Setelah berada di dalam, pelaku tidak langsung membongkar brankas. Ia memotong beberapa kabel panel yang terhubung ke alarm dan kamera CCTV. Namun apes, saat beberapa kabel terpotong, alarm justru berbunyi. Mungkin karena ketakutan aksinya ketahuan, pelaku langsung memilih kabur lewat jalan semula.
Saat alarm berbunyi, Nyoman, 57 tahun pimpinan Bank Anda serta Rifai, 73 tahun, satpam yang berada di komplek Bank Anda (belakang kantor Bank Anda), langsung masuk untuk mengecek dan mematikan alarm. Saat itu diketahui CCTV baru saja dirusak, hingga dilaporkan ke polisi.
"Bunyi alarm sangat keras. Saya kira toko sebelah, ternyata alarm bank yang berbunyi," sambung saksi. Kejadian itu baru dilaporkan ke polisi malam harinya. Mendapat laporan, polisi langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Untuk mengungkap pelakunya, polisi harus melakukan dua kali olah TKP. Pertama dipimpin oleh Kapolsekta Klojen Kompol Teguh Priyo Wasono serta KBO Reskrim Polres Malang Kota Iptu Imam Mustaji. Bahkan satu unit anjing K-9 dari Brimob Ampeldento Pakis, juga didatangkan untuk melacak jejak pelaku. Tetapi karena terkendala barusan turun hujan, tidak bisa dilakukan pelacakan.
Karena aksi pembobolan bank kejadian yang cukup nekat, malam itu juga kembali dilakukan olah TKP dengan dipimpin langsung Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata SIK serta Kasatreskrim AKP Adam Purbantoro. Proses olah TKP membutuhkan waktu lama hingga pukul 24.00.
Hasil dari olah TKP, polisi menemukan sejumlah bukti sidik jari pelaku. Termasuk rekaman CCTV, yang diketahui bertubuh kurus dengan memakai kaos oblong warna kuning. Hal ini sama dengan keterangan saksi warga sekitar yang sempat melihat pelaku. Tetapi saksi tidak menduga kalau pemuda yang dilihatnya tersebut pencuri. Saksi mengira pelaku sekadar mengambil uang dalam ATM.
"Untuk perkaranya kami masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi. Termasuk bukti petunjuk yang kami dapatkan dari olah TKP. Saya yakin dalam waktu dekat pelaku bisa segera kami tangkap. Mohon doa serta dukungan masyarakat semuanya," terang AKBP Singgamata SIK, usai melakukan olah TKP.
Soal pelaku, Singgamata menyebut, meski bukan pelaku berpengalaman, tetapi cukup hebat dan memiliki kemampuan teknis. Karenanya mengetahui soal kabel panel yang terhubung alarm, pelaku juga bisa masuk melalui lubang kecil. "Saya sendiri tidak habis pikir, bagaimana cara pelaku ini bisa masuk celah sekecil itu," tuturnya sembari geleng-geleng kepala.
Dengan peristiwa tersebut, mantan Kapolres Lumajang ini menuturkan kejadian itu merupakan warning. Karenanya ia akan terus meningkatkan kewaspadaan termasuk mengingatkan kembali kepada toko emas ataupun bank untuk lebih berhati-hati dan waspada.
"Seminggu lalu saya sudah mengirim surat kepada semua pemilik toko emas dan bank untuk lebih meningkatkan keamanan. Kejadian ini adalah momen penting untuk mengingatkan kepada mereka lagi," paparnya.
Apakah ada tindakan tegas pada pelakunya jika tertangkap, seperti tembak mati. Singgamata mengatakan tindakan tegas pastinya ada. Soal tembak mati itu hanya prosedur, kalau memang pelaku melawan dan menyerang anggota sehingga mengancam jiwa petugas ataupun masyarakat lain.(agp/han)