Bayi Cantik Dibuang

MALANG - Wilayah Polsekta Lowokwaru kembali digemparkan dengan penemuan bayi. Jika sebelumnya (Sabtu, red) bayi yang ditemukan dalam kondisi sudah menjadi mayat, kali ini bayi tak berdosa yang sengaja dibuang oleh ibunya dalam kondisi masih hidup hanya terbungkus kain sprei.
Bayi berjenis kelamin perempuan dan diperkirakan baru berusia satu minggu, ditemukan depan rumah Liana, 63 tahun warga Jalan Candi Mendut Selatan, Blok VI/05 RT03 RW01, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Minggu (1/3) malam sekitar pukul 21.00. Saat itu kondisi bayi menggigil kedinginan karena kehujanan.
Kisahnya, sekitar pukul 20.00, Frans Adi Wijaya, anak Liana mendengar ada suara seperti kucing di depan pagar rumahnya. Namun Frans tidak menghiraukan, karena dianggapnya hanya kucing. Baru sekitar pukul 21.00, setelah suara itu tidak kunjung berhenti, Frans mencoba keluar rumah untuk melihatnya.
“Saat keluar saya melihat ada bungkusan kain sprei, yang ternyata isinya bayi perempuan,” ujar Frans Adi Wijaya. Mengetahui hal itu, Frans langsung menggendong bayi masuk ke dalam rumah untuk disampaikan kepada Liana, ibunya.
Selanjutnya penemuan bayi perempuan tersebut, disampaikan kepada warga sekitar. Karena khawatir dengan kondisi kesehatannya, bayi dengan panjang 47 sentimeter dan berat badan 2700 gram tersebut, langsung dibawa ke Puskemas Kendalsari untuk mendapat perawatan. Dan penemuan bayi itu, kemarin dilaporkan ke petugas Polsekta Lowokwaru.
“Menurut warga sekitar, ada yang sempat melihat seseorang berjalan kaki dan memakai jas hujan berhenti di depan pagar rumah saya. Mungkin dia itu pelaku yang membuang bayinya,” ujar Frans.
Kapolsekta Lowokwaru, Kompol Kuswara mengatakan kalau kasusnya masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya akan memeriksa beberapa orang saksi, untuk mencari tahu siapa pelaku yang tega membuang anak kandungnya sendiri. “Kami masih menyelidiki pelakunya,” kata Kuswara.
Kepala Puskesmas Kendalsari, Ida Megawati mengatakan, saat datang kondisi tubuh batu sudah membiru karena kedinginan akibat kehujanan. Namun setelah mendapat perawatan, kondisi bayi sudah mulai normal. Rencananya bayi tersebut akan diserahkan ke Dinas Sosial Kota Malang, dan tetap mendapat perawatan dari Dinas Kesehatan.(agp/nug)