Perampok Buronan Polda digulung Polres

KEPANJEN - Satu lagi pelaku perampokan lintas kota/kabupaten di Jawa Timur berhasil diringkus tim Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polres Malang kemarin sore. Muhammad Zainudin, 35 tahun, warga Jalan Bumi Sari Praja Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, ditangkap di tempat persembunyiannya di Kecamatan Poncokusumo.
Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat mengatakan, tersangka Muhammad Zainudin merupakan satu jaringan dengan Widodo Dwi Prasetyo dan Tatok yang sudah ditangkap sebelumnya oleh Satreskrim Polres Malang. Mereka selama ini secara bersama-sama melakukan perampokan lintas daerah di Provinsi Jawa Timur.
“Tersangka merupakan salah satu dari 12 pelaku perampokan yang beraksi di Kabupaten Malang dan daerah lainnya di Jatim,” ujarnya kepada Malang Post kemarin  Dijelaskannya, tersangka ini berperan sebagai eksekutor di lapangan. Tugas spesifik dari tersangka ini, spesialis melakukan pelumpuhan terhadap korbannya.
Yakni dengan cara mengikat kaki tangan korbannya menggunakan kawat bendrat. Selain itu, kepala serta wajah korban ditutupi dengaan kain hitam. Sebelum melumpuhkan korbannya, terlebih dahulu tersangka melakukan pengancaman. Baik itu menggunakan senjata tajam (sajam) dan senjata api (Senpi), saat mengancam.
“Tersangka ini, terkenal berbahaya dan keji. Karena tidak segan melukai korbannya, bila melakukan perlawanan,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya tersebut. Sedangkan penangkapan tersangka ini, bermula atas informasi masyarakat yang curiga dengan sosok tersangka, lantaran tertutup dan tidak bergaul.
Bermula dari laporan masyarakat itu, kemudian petugas kepolisian melakukan penyelidikan. Bentuknya dengan memeriksa keberadaan tersangka di rumahnya. Saat dilakukan pemeriksaan, barulah diketahui tersangka merupakan buronan kepolisian. Namanya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Jawa Timur.
“Kemudian, tersangka ini, kami gelandang ke Polres Malang untuk diamankan,” terang mantan Kasat Reskrim Polres Tuban ini. Di hadapan penyidik yang memeriksanya, tersangka beraksi di Kabupaten Malang, tepatnya di Kecamatan Poncokusumo, Kecamatan Lawang dan Kecamatan Pakisaji.
Untuk di luar Kabupaten Malang, dia mengaku pernah melakukan perampokan di Bojonegoro, Mojokerto dan Lamongan. “Tugas saya sebagai eksekutor di lapangan untuk melumpuhkan korban. Setiap menjalankan aksi, kami berjumlah lima orang lebih. Sebelumnya, kami menggambar lokasi yang akan dirampok,” tuturnya. (big/feb)