Terungkap, Satori Cs Juga DPO di Lumajang

MALANG – Satu per satu, kasus Pencurian Motor (Curanmor) yang dilakukan komplotan Satori Cs mulai terungkap. Belakangan diketahui, rupanya Satori Cs juga melakukan aksi kriminal serupa di Lumajang. Bahkan, nama Satori Cs di Lumajang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Di Lumajang sudah ada 3 TKP tempat Satori Cs beraksi. Lantaran aksi yang meresahkan tersebut, status Satori masuk DPO di Polres Lumajang. Informasi yang dihimpun Malang Post, penetapan Satori Cs sebagai DPO itu, dua minggu sebelum dia ditembak mati petugas Polres Malang Kota.
Informasi tersebut dibenarkan Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata. Bahkan, pria yang pernah menjabat sebagai Kapolres Lumajang ini mengatakan kalau kemungkinan, aksi kompolotan Satori Cs tidak hanya dilakukan di Malang dan Lumajang saja, tempat lain juga menjadi sasaran aksi kriminalnya.
"Kami sekarang sudah berkoordinasi dengan Polres lain. Bila memang ada informasi mengenai komplotan Satori, kami minta diberitahu," ujarnya kepada Malang Post saat dihubungi kemarin (3/3/15).
Ditambahkan, sampai saat ini Polres Malang Kota juga terus melakukan pengembangan kasus tersebut. Diduga, lanjut Singgamata, ada lebih dari dua orang komplotan Satori yang masih berkeliaran. Singgamata tidak dapat memastikan, apakah seluruhnya berasal dari Malang. Sebab, Satori juga bukan warga Malang. "Kita dalami dulu, mungkin saja ada di daerah lain," kata Singgamata.
Ada 3 barang bukti yang kini diamankan di Polres Malang Kota. Yakni, 1 unit mobil Avanza dan 2 sepeda motor. 2 sepeda motor, merupakan kendaraan yang pelaku pakai saat petugas menangkap mati pelaku tersebut. Sedangkan mobil Avanza, ditemukan polisi di kontrakannya.
Kendati demikian, Singgamata mengakui kalau polisi mengalami kesulitan dalam mengungkap komplotan lain bila hanya dengan barang bukti tersebut. Sebab, 2 sepeda motor yang diamankan ini bernopol palsu. Sedangkan surat-suratnya juga tidak lengkap. "Jadi polisi kesulitan mengidentifikasinya. Tapi, kasus ini akan terus kami dalami," tandasnya.
Perlu diketahui, pada Jumat (27/2/15) lalu, Satori, 44 tahun, warga Pamekasan, Madura dan Luddin, 47 tahun warga Jalan Mawar, Lowokwaru Kota Malang ditembak mati polisi karena melakukan perlawanan saat ditangkap. Keduanya ditangkap dan ditembak mati, karena menjadi gembong curanmor di Kota Malang yang selama ini meresahkan masyarakat.
Selain kedua tersangka, polisi juga menembak kaki Ahmad Sulaiman, 32 tahun warga Jalan Terusan Kenikir, Lowokwaru Malang. Serta, satu orang yang menjadi saksi berinisial S, warga Kota Malang. Bagi polisi, kejadian ini merupakan warning bagi setiap pelaku curanmor di Kota Malang. "Kami akan tindak tegas pelaku curanmor di Kota Malang karena sudah meresahkan warga," pungkas Singgamata. (erz/udi)