Amprong Telan Nyawa Siswa MI

MALANG – Jerit tangis Siti Khoiriyah, memecah ketenangan warga Jalan KH Malik Dalam, RT05 RW04, Kedungkandang siang (4/3) kemarin. Wanita berusia 43 tahun ini, menangis histeris begitu mendapat kabar anak bungsunya, Ulum Romadhoni, tenggelam di Sungai Amprong yang tak jauh dari rumahnya.
Siswa kelas 1 MI Alhayatul Islamiyah Kedungkandang tersebut, tenggelam saat mandi. Ulum diduga terpeleset lalu tenggelam karena tidak bisa berenang. Usai ditemukan, jenazah bocah berusia 7 tahun tersebut, langsung dibawa pulang ke rumah duka. Keluarga menolak untuk dilakukan otopsi, dengan alasan menerima kejadian itu sebagai musibah.
“Tadi (Ulum, red) sempat minta uang, kemudian saya beri Rp 2 ribu,” ujar Marsian, ayah Ulum Romadhoni, yang terlihat terpukul dan sangat kehilangan putra bungsunya.
Pagi harinya, Ulum sempat berangkat sekolah. Tidak ada tanda kecurigaan dari raut wajah anak bungsu dari tiga bersaudara ini. Ulum terlihat ceria seperti biasanya. Sepulang dari sekolah, ia juga langsung pulang dan ganti baju.
Baru sekitar pukul 13.30 setelah meminta uang pada ayahnya, Ulum dijemput oleh Dika, teman bermainnya. Keduanya pergi bermain ke Sungai Amprong, yang berjarak sekitar satu kilometer. Setiba di sungai, Ulum serta Dika langsung melepas pakaiannya, kemudian buru-buru untuk mandi.
Saat mau mandi inilah, kemungkinan kaki Ulum terpeleset dan jatuh ke Sungai Amprong sedalam sekitar dua meter. Karena tidak bisa tenggelam, Ulum langsung tenggelam. Dika juga tidak bisa berenang, hanya bisa melihat dan berteriak minta tolong.
“Saat meminta uang, saya sudah mengingatkan supaya tidak bermain jauh-jauh. Saya minta dia di rumah saja. Tidak tahunya dia pergi dengan Dika, tanpa pamitan,” tutur Marsian.
Warga sekitar yang mendengar teriakan itu, lalu bergegas ke sungai untuk melakukan pencarian. Sebagian warga lainnya, memberitahukan kejadian tenggelamnya Ulum ini pada orangtuanya. Untuk mencari, warga menutup dam air yang mengalir ke lokasi tenggelam.
Setelah itu dengan bergandengan tangan, warga lalu berjalan berjajar menyisir arus sungai. Sekitar pukul 14.30 tubuh Ulum berhasil ditemukan warga berjarak sekitar 150 meter dari lokasi tenggelam. “Saat kami temukan, posisi tubuhnya di dasar sungai dan sudah meninggal,” kata Rosyid, salah satu saksi mata.
Begitu ditemukan, warga lalu membawa jenazah korban pulang ke rumah duka. Sebagian warga lainnya, melaporkan kejadian tersebut ke petugas Polsekta Kedungkandang. “Saya sama sekali tidak ada firasat apapun. Begitu juga dengan istri saya tidak ada firasat,” papar Marsian.(agp/ary)