Menjambret di Muharto, Dibakar di Tumpang

MALANG – Penjahat jalanan tengah merajalela di Malang Raya. Usai di Gondanglegi, keesokan harinya, begal juga beraksi di Jalan Kertanegara Kecamatan Tumpang pagi (4/3) kemarin. Setengah jam sebelumnya, di kawasan Jalan Muharto Kota Malang, kawanan jambret merenggut kalung emas warga.
Jika diberi skor, begal dan warga, poinnya masih lebih tinggi warga. Sebab, di tiga titik itu, warga berani melawan aksi begal. Skornya 1 – 2 untuk kemenangan warga.
Paling telak di Tumpang, dua begal juga dibikin kabur lintang pukang. Sepeda motor mereka dibakar massa.
Sekitar pukul 05.00, Nasuha (63 tahun) ibu tiga anak, berdiri di depan rumah di Jalan Kertanegara Kecamatan Tumpang. Dia didatangi dua pengendara sepeda motor Satria FU. Di dekat wanita itu, pengendara itu berhenti, kemudian pura-pura tanya alamat.
Nama yang disebut asing,  Nasuha pun langsung menjawab tidak tahu dan langsung berbalik badan. Saat berbalik inilah, pelaku tersebut langsung menghantam punggung korban. Juga menarik kalung yang digunakan oleh ibu tiga anak ini.
Reflek Nasuha memegang kalungnya dari depan. Imbasnya, kalung emas seberat  10 gram tersebut putus jadi dua. Satu berada di gengaman pelaku dan satu lagi berada di genggaman Nasuha.
Nasuha tidak diam. Dia langsung berteriak meminta tolong. Teriakan tersebut langsung mendapat respon dari warga, yang seketika itu berdatang.  
“Kedatangan warga ini membuat pelaku panil, sehingga buru-buru kabur,’’ ujar Muhammad Soleh salah satu warga.
Nah, saat berusaha kabur, motor yang dikendarai pelaku tiba-tiba mesinnya mati.  Dalam kondisi terdesak, salah satu pelaku langsung mengeluarkan celurit di balik bajunya. Menyabetkan celurit tersebut ke arah tubuh Nur Ali salah satu warga. Luput, namun sabeta membuat warga mundur. dua begal kemudian kabur kea rah kebun tebu.
Sepeda motornya yang ditinggal kemudian disiram bensin. Lantas dibakar. Api mengecil sekitar pukul 06.55. Saat padam, baru terlihat motor itu tanpa nopol. Hanya nomor mesinnya yang terlihat.
“Nomor rangka (noka) dan nomor mesin (nosin) nya masih sangat jelas, ini yang menjadi bahan penyelidikan kami,’’ kata Kapolsek Tumpang AKP Hartono.
“Nokanya MH8BG41CAAJ41647 dan nosinnya G420-ID476621. Saat ini masih dicek, belum keluar hasilnya,’’ tandas mantan Wakapolsekta Sukun ini.

Sikat Setengah Kalung Emas di Muharto
Sedangkan di Kota Malang, pagi (4/3) kemarin penjambret mengerjai warga Jalan Muharto Gg V Kecamatan Kedungkandang. Korbannya adalah Etik Sugianti. Kalung emas milik wanita berusia 35 tahun ini, dijambret saat dibonceng sepeda motor oleh suaminya, Sugianto, 39 tahun.
“Kalau berat kalungnya saya lupa, karena sudah lama membelinya,” ujar Etik, sembari menunjukkan putusan kalung yang dijambret.
Kejadian terjadi sekitar pukul 04.30 di depan gang rumahnya. Etik dibonceng Honda Vario oleh suaminya. Keduanya berniat pergi ke Pasar Kebalen untuk berbelanja. “Setiap pagi kami memang belanja ke Pasar Kebalen,” katanya.
Saat keluar gang dan baru berjalan sekitar lima meter, dari arah belakang tiba-tiba Etik merasa ada yang menepuk lehernya sambil menarik kalung. Sadar kalau itu adalah ulah jambret, Etik lalu memberitahu suaminya. Sugianto langsung mengejar pelaku yang diketahui seorang diri mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU warna hitam.
Tetapi motor pelaku yang terlalu kencang, tidak dapat dikejar korban. Sugianto kehilangan jejak pelaku saat di sekitar Jalan Sidosadar Malang.
“Ketika mengejar pelaku, saya sudah berteriak jambret sekencang-kencangnya. Tetapi warga yang mendengar cuek saja, seakan tidak mempedulikan,” terang Sugianto suami korban.
Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Putu Mataram, mengaku masih belum mendapat laporan. Tetapi ia sudah meminta anggotanya untuk mencari informasi tentang kejadian tersebut. Termasuk mengimbau kepada masyarakat supaya lebih berhati-hati serta meningkatkan kewaspadaan.
“Kami akan kroscek terlebih dahulu. Kalau memang benar, tetap kami akan melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi. Dengan adanya kejadian ini, kami minta masyarakat bisa lebih waspada,” papar Putu Mataram.(ira/agp/ary)