Dua Penjambretan di Waktu Bersamaan

MALANG – Lagi, lagi dan lagi. Komplotan pelaku jambret kembali melakukan aksi di Kota Malang. Setelah sebelumnya beraksi di Jalan Muharto Kedungkandang, Rabu (4/3) malam, kawanan penjahat jalanan ini beraksi di wilayah Kecamatan Klojen. Tidak tanggung-tanggung, dalam waktu sejam pelaku beraksi di dua TKP.
Kejadian pertama depan Toko Candra, Jalan Kopral Usman Malang, sekitar pukul 18.00. Korbannya Alvy Rahmania, 30 tahun, warga Jalan Zaenal Zakse I Malang. Tas berisi uang serta beberapa barang berharga senilai Rp 10 juta, raib dibawa kabur pelaku.
Ceritanya, petang itu, Alvy Rahmania baru saja bekerja dan berniat pulang. Alvy mengendarai sepeda motor seorang diri. Tas berisi tiga buah handphone (Samsung, Lenovo dan Asus) serta uang tunai Rp 2,5 juta dan identitas penting, berada di bawah setir motornya.
Ketika melintas di lokasi, Alvy tiba-tiba dipepet dua pria tak dikenal berboncengan sepeda motor. Seorang pelaku langsung menarik tasnya. Alvy yang sadar mau dijambret, berusaha mempertahankan hingga terjadi tarik menarik. Mungkin karena kuat, korban jatuh dan tas berhasil dibawa kabur ke arah utara. Sementara korban, sempat dibawa ke RS Panti Nirmala Malang, sebelum akhirnya melaporkan ke Polres Malang Kota.
Sedangkan kejadian kedua, di Jalan Halmahera Malang, sekitar pukul 19.00. Korbannya Mudjiatik, 54 tahun, warga Jalan Imam Bonjol Malang. Dompet berisi surat-surat penting serta uang sebesar Rp 4,5 juta miliknya, dirampas oleh pelaku.
Menurut keterangan Mudjiatik saat laporan, malam itu ia bersama anaknya berboncengan motor hendak ke rumah saudara di Jalan Bengkulu Malang. Ketika melintas di lokasi, ada seorang pengendara motor Suzuki Satria FU yang memepet, kemudian mengambil tas lalu kabur.
“Saat tahu dijambret, saya sempat berteriak minta tolong. Tetapi warga tidak ada yang membantu mengejar. Seingat saya, pelakunya memakai helm warna merah merek INK dan sepeda motornya Satria FU 150,” kata Mudjiatik kepada penyidik saat laporan.
Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, kasusnya sedang ditindaklanjuti dengan memeriksa saksi. Termasuk polisi akan memburu pelakunya dengan membentuk tim khusus.
“Saat ini, fokus kami memang memerangi pelaku curanmor. Tetapi bukan berarti kami tinggal diam dengan penjahat jalanan. Ada tim sendiri yang khusus memburu penjahat jalanan seperti jambret ini. Jika tertangkap pastinya ada tindakan tegas dari kami,” terang Adam Purbantoro.
Soal lokasi rawan, Adam mengatakan sebelumnya wilayah Kecamatan Kedungkandang, yang memang rawan jambret. Selain sepi, kondisi jalannya juga banyak yang gelap. Tetapi pelaku jambret, lanjutnya, selalu keliling dan semua wilayah (lima kecamatan) bisa menjadi sasarannya.
“Karenanya kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengurangi tindak kejahatan. Selain perang terhadap curanmor, juga membasmi penjahat jalanan seperti jambret dan begal,” tuturnya.
Melawan, Tembak Pelaku
Sementara itu, Polres Malang juga tak tinggal diam dan mengancam akan melumpuhkan pelaku tindak kejahatan dengan timah panas.  “Tentunya ada situasi maupun kondisi yang membuat kepolisian harus bertindak tegas bagi pelaku kejahatan. Misalnya saat pelaku kejahatan tersebut membahayakan keselamatan orang lain dan mencoba untuk melarikan diri,” ujar Wakapolres Malang Kompol Victor Dean Mackbon SH, SIK, M.Si kepada Malang Post kemarin.
Dia menjelaskan, Polres Malang telah berkali-kali melakukan tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan. Februaru lalu, Polres Malang meringkus lima kawanan perampok, dua di antaranya harus ditembak kakinya karena melawan  saat hendak ditangkap.
“Kami terpaksa melakukan tindakan tegas. Karena aksi dari lima perampok itu, membahayakan anggota kami,” terangnya. Selain itu, beberapa kali, Polres Malang melumpuhkan pelaku kejahatan yang dianggap berbahaya. Menurutnya, tindakan tegas yang dilakukan tersebut, supaya para pelaku jera dan tidak mengulanginya lagi.
Terkait begal yang terjadi di Jalan Raya Sukorejo Desa Bureng Kecamatan Gondanglegi, kepolisian terus melakukan pendalaman. Termasuk saat ini, kepolisian tengah melakukan penyelidikan, terkait peristiwa tersebut. Penyelidikan yang dimaksud, untuk mengetahui identitas para pelaku dan jaringannya.
“Masih proses lidik, ditunggu saja hasilnya nanti,” imbuh Perwira Menengah (Pamen) dengan satu melati di pundaknya ini. Sedangkan para pelakunya diduga merupakan pelaku lama yang belum tertangkap. Atau bisa residivis, yang baru saja keluar dari tahanan usai menjalani hukumannya.
“Berbagai kemungkinan itu, bisa saja terjadi. Untuk itulah, kami lakukan penyelidikan secara marathon ini,” terang mantan anggota Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Jawa Timur ini. Sedangkan untuk kelompok maupun jaringannya, diduga merupakan kelompok spesialis lintas daerah di Provinsi Jawa Timur.
Diakuinya, awal tahun ini, pihaknya menerima laporan dua kali jambret di Desa Bureng Kecamatan Gondanglegi. Karena maraknya angka kriminalitas terutama begal, Polres Malang melakukan berbagai antisipasi. Di antaranya meningkatkan intensitas patroli dan telah melakukan pemetaan daerah rawan kejahatan.
Untuk daerah rawan kejahatan, dia menyebut ada delapan daerah yang rawan, dua di antaranya Kecamatan Tumpang dan Kecamatan Turen. “Untuk daerah yang masuk peta rawan kejahatan, maka akan kami tingkatkan intensitas patroli,” terang Perwira Menengah (Pamen) dengan satu melati di pundaknya ini.
Selain meningkatkan intensitas patroli, dia juga akan memaksimalkan kinerja tim Jatanras Satreskrim Polres Malang. “Terdapat dua tim Jatanras yang kami tugaskan untuk memburu para pelakunya. Termasuk memburu pelaku kejahatan lainnya,” imbuhnya.
Menurutnya, kejahatan begal bukan hal yang baru di Kabupaten Malang. Melainkan sudah terjadi beebrapa waktu sebelumnya. Yakni seperti penjambretan, perampasan dan pencopetan, yang semua kejahatan itu menurutnya bisa disebut dengan begal. “Kejahatan begal bukan merupakan hal yang baru di Kabupaten Malang. Namun, namanya menjadi trending topic belakangan ini. Sebelumnya, kami sudah menerima laporan begal dan berhasil mengungkap para pelakunya,” pungkasnya. (agp/big/han)