Polisi Grebek Pasar Comboran

Cari Motor Bodong, Temukan Puluhan Mesin Sepeda Motor
MALANG – Bendera perang terhadap pelaku curanmor, terus dikibarkan Polres Malang Kota. Tidak hanya memburu pelaku, polisi juga berburu barang hasil curian. Kemarin, polisi menggrebek Pasar Loak Comboran Kota Malang.
Razia skala besar tersebut, difokuskan untuk mencari barang-barang bodong yang diduga hasil kejahatan. Khususnya mesin, rangka serta onderdil kendaraan seperti motor dan mobil. Operasi ini dilakukankarena Pasar Loak Comboran disinyalir menjadi lokasi pelarian motor hasil kejahatan.
“Sebagaimana disampaikan Kapolres Malang Kota yang menyatakan perang dengan curanmor, maka dengan berbagai macam teknik dan metode pengungkapan akan kami lakukan, dalam rangka memberi pelayanan untuk masyarakat. Supaya curanmor yang selama ini merasahkan masyarakat, bisa kami tanggulangi serta tekan seminim mungkin,” terang Kabag Ops Polres Malang Kota, Kompol Sunardi Riyono.
Pasar Loak Comboran Kota Malang, tidak hanya sekali ini menjadi sasaran penggrebekan polisi. Sebelumnya pada tahun 2003, Polres Malang Kota juga pernah menggrebek pusat penjualan barang bekas ini. Sebanyak 106 unit mesin motor serta dua mesin mobil Mitsubishi L-300 saat itu disita dari Pasar Loak Comboran.
Semuanya diduga dari hasil kejahatan. Selain kondisinya protolan, mesin-mesin tersebut juga tidak dilengkapi surat resmi. Bahkan, waktu itu polisi menahan empat pemilik toko untuk mengembangkan serta mengungkap kasus curanmor yang marak di Kota Malang. Termasuk seorang gembong curanmor bernama Wahyunanto.
Sedangkan dari hasil penggrebekan kemarin, polisi mengamankan 36 unit barang yang diduga hasil kejahatan. Rinciannya, 27 unit mesin kendaraan R2 (masih ada nomor mesin), satu rangka sepeda motor (ada nomor rangka) serta 8 mesin kendaraan R2 (tanpa nosin karena dihapus).
Semua barang-barang tersebut diamankan dari dua bedak Marzuki Motor milik H Marzuki, warga Perum Cerme, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji. Polisi menduga, semua mesin motor tersebut adalah dari hasil kejahatan. “Ada beberapa nomor rangka dan nomor mesin yang kami curigai. Termasuk ada nomor mesin yang kami gesek tidak terbaca, karena sudah dirusak. Karenanya sebagai tindaklanjut, akan kami kirim ke Labfor untuk mengetahui berapa nomor mesin serta nomor rangkanya,” jelas Sunardi.
Mantan Kasatreskoba Polres Malang Kota ini menambahkan, setelah diketahui identitas dari nomor mesin sebenarnya, akan dilakukan tindak lanjut secara professional. Polisi akan melakukan pengecekan kendaraan, apakah ada pemblokiran kendaraan atau tidak. “Kalau memang ada pemblokiran, mesin motor tersebut bermasalah sehingga perlu proses berikutnya sesuai dengan aturan main yang ada,” ujarnya.
Perwira dengan pangkat satu melati ini menambahkan, giat operasi barang-barang hasil kejahatan khususnya roda dua, lantaran saat ini banyak aksi curanmor dan begal. Jangan sampai begal dan curanmor leluasa, karena proses penjualannya gampang. Untuk mempersempit gerak mereka, maka dilakukan razia di tangan penadah.
“Untuk pemilik bedak yang menyimpan banyak mesin motor, sudah kami minta datang ke kantor untuk dimintai keterangan. Kami ingin menindaklanjuti barang-barang di dalam bedaknya tersebut dari mana. Pengakuannya ada surat-suratnya, tetapi kenapa banyak nomor mesin yang dirusak,” sambung Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro.
Sementara itu, penggrebekan kemarin melibatkan sekitar 100 personil Polres Malang Kota, gabungan dari semua fungsi, dengan dipimpin Kompol Sunardi Riyono. Mulai Reskrim, Intel, Sabhara serta Lalu Lintas, semuanya dilibatkan.(agp/han)