Diduga Bocor, Lima Bedak Mendadak Tutup

MALANG – Penggrebekan Pasar Loak Comboran Kota Malang, sebelumnya diduga sudah bocor. Pasalnya saat polisi datang menggrebek, banyak bedak onderdil motor yang tutup. Terutama bedak depan sebelah selatan. Diketahui ada lima bedak yang tutup. Padahal lima bedak tersebut disinyalir menyimpan mesin kendaraan bermotor.
“Ada lima bedak yang tutup mendadak, ketika mengetahui kedatangan kami (polisi). Pemilik bedak langsung menutup bedaknya kemudian pergi. Padahal di dalam bedaknya, ada banyak mesin mobil, termasuk bekas geram besi gergajian mesin,” terang salah seorang perwira polisi Polres Malang Kota.
Begitu juga dengan beberapa bedak yang berada di dalam ada sebagian yang tutup. Indikasinya pemilik bedak, tak ingin polisi memeriksa bedaknya serta sengaja menyembunyikan barang dagangannya.
Sementara, H Marzuki, pemilik bedak Marzuki Motor mengakui puluhan mesin motor yang diamankan polisi adalah miliknya. Ia mengatakan, mesin-mesin motor tersebut dibelinya dari seseorang secara borongan. Kondisinya hanya mesin motor saja tanpa rangka.
“Mesin motor itu saya beli dalam kondisi protolan dan rusak. Saya membelinya borongan secara lelang. Biasanya motor yang saya beli dari lelang finance,” ujar H Marzuki.
Harga pembelian secara lelang, yaitu sekitar Rp 4 juta untuk 10-12 unit mesin. Mesin-mesin motor tersebut, dibongkar kemudian dijual secara diecer. Setelah dibongkar mesin-mesin motor tersebut disimpan dalam gudang. Jika ada orang mencari atau membeli, baru diambilkan.
Apakah ada suratnya ? H Marzuki, menegaskan semua ada suratnya. “Ada surat-suratnya kok,” katanya, sembari mengatakan dirinya sudah sejak tahun 70-an berdagang di Pasar Loak Comboran, dengan membuka bedak khusus onderdil sepeda motor.
Terpisah, Agung S, salah satu warga yang sudah lama bekerja di Comboran, mengatakan semua barang yang dijual di Comboran adalah barang bekas. Pedagang di Pasar Loak Comboran tidak mau ambil risiko dengan membeli atau menjual barang dari hasil kejahatan.
“Kami setuju dengan polisi yang memerangi kejahatan, terutama curanmor dan begal yang meresahkan masyarakat. Dengan penempelan stiker di beberapa bedak Comboran, maka ketika kami mengetahui suatu tindak kejahatan bisa segera kami laporkan,” tutur Agung S.
Selain melakukan penggrebekan, Kasat Binmas Polres Malang Kota AKP Susanto, juga menyebar stiker imbauan. Isinya selain mencantumkan nomor telepon Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata SIK, juga menyampaikan pesan ‘Teliti dan waspada barang-barang hasil tindak kejahatan. Mari bersama kita perangi kejahatan’.(agp/han)