Hilang Dua Hari, Ditemukan Jadi Mayat

Petugas identifikasi Polres Malang memeriksa mayat nenek Sumiati yang ditemukan di Sungai Brantas.

SUMBERPUCUNG- Mayat seorang nenek ditemukan tewas mengapung di Sungai Brantas Dusun Kecopokan, Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung kemarin pagi. Nenek Sumiati, 65 tahun, warga Jalan Majapahit Desa Jenggolo Kecamatan Kepanjen, yang dilaporkan hilang sejak dua hari lalu.
“Tidak ditemukan bekas penganiayaan dalam tubuh korban. Diduga, korban terpleset saat berjalan di pinggir Sungai Brantas dan terbawa tubuhnya arus hingga di sini,” ujar Kapolsek Sumberpucung AKP Sri Widyaningsih kepada Malang Post kemarin. Dijelaskannya, penemuan mayat itu dilaporkan sekitar pukul 08.00 WIB.
Mayat nenek Sumiati ditemukan sekelompok orang yang hendak memancing di sungai tersebut. Dari kejauhan mereka melihat benda yang mencurigakan. Setelah mereka didiekati, sosok tersebut adalah mayat yang mengapung di air. Mereka melaporkan temuannya tersebut ke perangkat desa setempat.
Menerima laporan itu, perangkat desa meneruskannya ke Polsek Sumberpucung. Kepolisan yang datang, kemudian meminta bantuan  Tim SAR Trenggana untuk melakukan evakuasi mayat korban. Petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memintai keterangan dari para saksi.
Sebagai antisipasi hal yang tidak diinginkan, juga didtangkan Tim Identifikasi Polres Malang untuk memeriksa mayat tersebut. “Melalui pemeriksaan keterangan dari para saksi itulah, diketahui korban bernama Sumiati yang dilaporkan hilang di Polsek Kepanjen,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya ini.
Menurutnya, korban dilaporkan hilang pada hari Rabu (4/3) oleh keluarga korban. Korban pamitan berjalan-jalan di sekitar rumahnya. Namun, setelah sehari semalam, korban tidak kunjung pulang. Hingga pada kemarin pagi, korban ditemukan tidak bernyawa dan mengapung di Sungai Brantas.
“Menurut keterangan dari keluarganya, korban ini mempunyai penyakit pikun atau lupa. Mungkin ini yang menyebabkan korban bingung mau pulang, hingga terpleset ke sungai,” terangnya. Usai dilakukan pemeriksaan oleh Tim Indentifikasi Polres Malang, mayat korban dibawa ke RSSA Kota Malang untu dimintakan visum. (big/aim)