Kejari Segera Tuntaskan Dua Kasus Korupsi

KEPANJEN- Dua kasus dugaan korupsi di Kabupaten Malang menjadi atensi khusus Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kepanjen,  Yunianto Tri Wahono SH yang baru menjabat beberapa hari di Kepanjen. Mantan Kasi Pidsus Kejari Ponorogo itu akan segera menuntaskan penyidikan dua perkara itu.
Dua kasus dugaan korupsi itu,  markup pembangunan Gudang Resi Tumpang senilai Rp 500 juta dan dugaan penyelewangan PNPM UPK Anggrek Desa Telogorejo senilai Rp 140 Juta.
“Langkah awal yang saya lakukan mempelajari berkas dua kasus itu, melakukan pendalaman terhadap masing-masing kasusnya,” ujar Yunianto kepada Malang Post kemarin.
Dia sudah menginstruksikan terhadap jaksa penyelidik untuk melaporkan progress terkait dua kasus itu pekan depan. “Hasil laporan itu sebagai acuan untuk menentukan langkah selanjutnya. Sehingga progress penanganannya bisa lebih cepat selesai,” tegasnya..
Dia berjanji tidak akan pandang bulu terhadap para pelaku tindak pidana korupsi dan tidak segan-segan melakukan penahanan terhadap pejabat pemerintahan yang terbukti melakukan korupsi. Hal yang sama dilakukan sebelumnya, saat menjabat sebagai Kasi Pidsus Kejari Ponorogo selama 12 tahun.
“Di Kabupaten Ponorogo, saya pernah memasukan kepala dinas ke dalam sel tahanan. Terakhir, saya menetapkan tersangka Wabup Ponorogo Yuni widjiyaningsi terkait korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam bidang pendidikan,” paparnya. Dijelaskannya, modus korupsi yang dilakukan di seluruh daerah sama saja. Diantaranya markup pengadaan barang maupun proyek pembangunan dan penyelewangan APBD.
Selain itu, korupsi juga melibatkan unsur pemerintahan tingkat desa hingga kecamatan. Yang paling parah kata dia, korupsi melibatkan masyarakat yang berkecimpung dalam program bantuan sosial, salah satunya PNPM.
“Modus yang dilakukan pejabat pemerintahan, pembangunan proyek yang alokasi dananya dari APBD tidak sesuai dengan spesisifikasi,” kata pria berkacamata ini.
Di Kabupaten Malang tambahnya, modusnya juga tidak jauh dari hal itu. Untuk itu, dia berjanji akan mengusut dua kasus korupsi itu hingga tuntas.
“Untuk kasus pembangunan Gudang Resi Tumpang ini, melibatkan Disperindagsar Kabupaten Malang akan saya lakukan kajian lebih dalam. Begitupula dengan penyelewangan PNPM UPK Anggrek Desa Telogorejo. Bila terdapat temuan baru maupun progress dari kasus yang lama, akan kami sampaikan ke masyarakat,” pungkasnya. (big/aim)