Rampok Indomaret Ngece Polisi

MALANG – Saat Polres Malang Kota fokus dan gencar memerangi curanmor, bahkan berani melakukan tembak mati pelaku, ternyata rampok spesialis toko modern malah ngece petugas kepolisian. Mereka kembali beraksi dan sasarannya kali ini Indomaret Bendungan Sutami Selatan.
Tak berkutik! Muhamad Yusqi, 23 tahun, pegawai Indomaret Bendungan Sutami Selatan dini hari itu hanya bisa pasrah, ketika didatangi pria misterius berjaket hitam dan menodongkan alat setrum ke perutnya. Yusqi hanya bisa mengangkat tangan dan menuruti perkataan si penodong itu. Dalam sekejap, ludeslah uang tunai Rp 8 juta plus 5 bungkus rokok Dji Sam Soe isi 16.
"Saya panik, tidak bisa berpikir apa-apa, saya kaget soalnya waktu itu lagi mencari stok barang," ujarnya kepada Malang Post di Mapolsek Lowokwaru, kemarin (6/2/15) pagi. Saat itu, jam menunjukkan pukul 02.15 WIB dini hari. Yusqi dan temannya, Wenwen Hari Bintoro, 22 tahun, kebagian shift malam menjaga minimarket yang baru berumur satu tahun itu.
Yusqi mengatakan, kejadian tersebut hanya berlangsung 2 menit. Pukul 02.17, pria yang menodongkan alat kejut listrik ke arah tubuhnya itu sudah pergi entah kemana. Yusqi pun langsung melaporkan kejadian itu ke polisi. Sebelum pukul 03.00 WIB, polisi datang dan melakukan olah TKP atas perampokan tersebut.
Keterangan Yusqi, saat masuk minimarket, pelaku menggunakan helm bewarna ungu. Wajah pelaku tertutup masker. Perawakannya agak gemuk, dengan tinggi standar seorang pria, sekitar 165 cm. Pelaku memakai jaket hitam dengan celana 3/4 (di bawah lutut).
Saat itu, dia dan Wenwen tengah sibuk mencari stok barang. Tiba-tiba pelaku datang dan menodongkan alat kejut listrik. Pelaku pun langsung meminta Yusqi dan Wenwen untuk membuka brankas uang yang ada di bagian belakang tempat tersebut. "Awalnya saya kira dia pembeli biasa," tambah Yusqi.
Pelaku memang hanya sendiri, sedangkan Yusqi bersama Wenwen. Tapi kepanikan mereka rupanya membuat aksi pelaku berjalan lancar. "Setelah dapat uangnya pelaku langsung kabur ke arah Dieng. Saya curiga, ada satu orang lagi menunggu di luar. Tapi saya tidak lihat," kata Yusqi.
Saat ditemui Malang Post kemarin pagi, Yusqi dan Wenwen sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsek Lowokwaru. Kejadian tersebut terekam dalam CCTV. Tapi, rekaman CCTV sudah diambil oleh polisi untuk diperiksa.
Kapolsek Lowokwaru, Kompol Kuswara berkata petugas tengah mendalami kasus itu. Dia memastikan, total kerugian atas kejadian tersebut berkisar Rp 8.446.000 dan rokok senilai Rp 100.000. "Tidak ada kekerasan, polisi tengah melakukan penyelidikan. Pelaku membawa stun gun (alat kejut listrik) dengan voltase tinggi," katanya sembari menambahkan, kasus ini dilimpahkan ke Polres Malang Kota.
Usai kejadian ini, polisi di Malang Raya nampaknya harus lebih bersiaga. Sebab, kasus yang terjadi kemarin menunjukkan komplotan perampok yang menyasar minimarket di Kota Malang kembali berulah.
Informasi yang dihimpun Malang Post, kejadian di Indomaret Bendungan Sutami Selatan ini merupakan kejadian kedua perampokan yang menyasar minimarket sepanjang tahun 2015. Sebelumnya pada pertengahan Februari 2015 lalu, pencurian dengan pemberatan dialami oleh Smesco Mart di Jl Gadang. Sayangnya, Malang Post tidak mendapat informasi berapa kerugian yang dialami Smesco Mart.
Sedangkan sepanjang tahun 2014, Polres Malang Kota mencatat ada 12 TKP kasus perampokan minimarket. Dari 12 TKP tersebut, hanya 6 TKP yang terungkap. Dimana tiga TKP diakui oleh kelompok Tengku Reza, sedangkan tiga TKP lain diakui kelompok Kadung Cs. (erz/han)