Pembunuh Pendeta Wanita Itu, Sopirnya Sendiri

LAWANG - Upaya pengungkapan pelaku pembunuhan terhadap Yulianti Dwiastuti Liemanto (Yuli Rahmawati, bukan), 56 tahun warga Perum Istana Bedali Agung Blok A/1a Desa Bedali, Kecamatan Lawang, tidak membutuhkan waktu lama. Dalam hitungan jam sejak penemuan mayatnya di rumah, Polsek Lawang dan Polres Malang berhasil menemukan Mobil Datsun N 1858 GX milik korban yang dibawa kabur pelaku pembunuhan.
Kendaraan yang baru Oktober lalu dibeli oleh perempuan yang diketahui juga sebagai pendeta pendamping itu, ditemukan di belakang rumah Sabar Slamet, 65 tahun warga Dusun Song-song, Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari. Bapak empat anak itu adalah mertua Abednego Rudyanto, yang teridentifikasi sebagai sopir Widyawati dan diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan.
"Sekarang siapa pelakunya (pembunuhan), sudah jelas. Hanya saja, tersangka berhasil kabur saat anggota melakukan upaya pengembangan," kata Kapolres Malang, AKBP Aris Haryanto kepada Malang Post.
Dalam penyidikan yang dilakukan petugas, diperoleh keterangan pelaku terlibat cek-cok dengan korban pada Minggu (1/3). Keributan itu, sempat didengar oleh tetangga korban. Dari informasi awal itulah, petugas mencoba mengembangkan keberadaan Ego. Sampai akhirnya, mendapati alamat mertua dan istri tersangka.
Sayang, saat petugas mencoba memastikan keberadaan Ego di rumah mertuanya, tersangka lebih dulu tahu dan memanfaatkan waktu saat polisi berbincang dengan sang mertua dengan kabur melalui pintu belakang. Sedangkan kendaraan korban, baru didapati saat anggota mencoba mengejar pelaku melalui pintu samping.
"Kendaraan sudah berhasil diamankan," tambah Kapolres yang memimpin langsung upaya penangkapan.
Dugaan kuat Ego sebagai pelaku pembunuhan, tidak hanya dikuatkan dengan barang bukti mobil korban. Namun, beberapa barang korban seperti HP dan TV, pun juga ada di rumah itu. Karenanya, anggota langsung melakukan penyisiran lokasi hingga pagi hari. Selama proses penyisiran, petugas berhasil menemukan sandal tersangka di belakang rumah mertuanya.

Turunkan K9 hingga Dalmas
Tidak ingin kecolongan untuk kali ke dua dalam penangkapan Abednego Rudyanto, 29 tahun, tersangka pembunuhan yang kabur melalui pintu belakang rumah mertua, anggota Polres Malang, Polsek Lawang dibantu Polsek Singosari dan warga, melakukan penyisiran di sekitar kebun tebu. Lokasi yang terletak sekitar 500 meter di belakang lokasi pelarian itu, karena jejak pelaku mengarah ke lahan yang memiliki luas sekitar 0,5 hektar itu.
"Ada indikasi, pelaku kabur ke kebun ini. Makanya, anggota dengan dibantu warga melakukan pencarian," kata Kapolres Malang, AKBP Aris Haryanto.
Dalam pencarian yang dilakukan petugas, selain mengawasi lahan tebu, anggota juga menyisir sungai. Termasuk, hingga ke areal Jalan Raya Singosari, yang terletak sekitar 700 meter dari rumah mertua pelaku.
Hanya saja, hingga sekitar pukul 01.00, usaha petugas untuk segera menangkap pelaku tidak membuahkan hasil. Karenanya, petugas kemudian mendatangkan K9 dari Brimob Ampeldento.
Berselang 60 menit atau sekitar pukul 02.30, anjing pelacak milik petugas pun datang ke lokasi perkebunan tebu. Namun sayang, karena suatu alasan, baru sekitar pukul 05.30, K9 digunakan petugas dengan mengawali pencarian dari rumah mertua Ego.
Selama proses pelacakan pelaku dilakukan, kembali petugas menuai kendala. K9 petugas Ampeldento, sangat kesulitan dalam melacak. Sampai akhirnya, langkah pencarian dikembangkan ke lokasi lain.
"Kita juga dibantu anggota sekitar 20 orang dari Brimob Ampeldento," lanjutnya.
Terkait dengan aksi sadis pelaku terhadap Yulianti Dwiastuti Liemanto, Kapolres mengatakan, diduga pelaku menghabisi nyawa korban antara Senin malam hingga Selasa. Masalahnya, dari data yang dapat, pada Senin siang, korban masih terlihat di rumahnya.
"Korban dibunuh sekitar Senin malam hingga Selasa. Karena, pelaku terakhir meninggalkan rumah korban pada Selasa malam sekitar pukul 22.00," ujar Kapolres.
Namun Aris belum dapat memastikan apakah pembunuhan dilakukan sendirian atau bersama orang lain. Hanya saja, saat pelaku meninggalkan rumah korban, tersangka terlihat seorang diri.
"Belum bisa dipastikan, apakah pelaku melakukan pembunuhan itu seorang diri atau bersama teman. Namun, dari temuan di lokasi kejadian, diduga kuat korban sempat melakukan perlawanan. Karena seperti anting-anting korban, berhasil di temukan di kasur kamar dalam posisi terlepas," terangnya. (sit/han)