Deadline Seminggu, Tangkap Pembunuh Pendeta

LAWANG - Kapolres Malang, AKBP Aris Haryanto, memberi deadline pengungkapan pelaku pembunuhan terhadap pendeta Yulianti Dwiastuti Liemanto, 56 tahun warga Perum Istana Bedali Agung Blok A/1a Desa Bedali, Kecamatan Lawang, dalam waktu seminggu. Tempo pencarian singkat itu  ditetapkan karena identitas pelaku pembunuhan yang tidak lain adalah sopir korban, Abednego Rudyanto, sudah dikantongi anggota di lapangan.
“Kasus ini kan sudah 99 persen terungkap. Bahkan dalam upaya penyidikan kemarin (Jumat malam) atau sesaat setelah pembunuhan ini diketahui, pelaku hampir tertangkap oleh anggota. Jadi, hanya tinggal melakukan pengembangan kemungkinan pelarian pelaku,” kata Kapolres saat ditemui Malang Post.
Ia menambahkan, sebenarnya deadline seminggu masih terlalu lama. Menurut mantan Waka Polres Malang itu, untuk menangkap tersangka, anggota gabungan Polres Malang dan Polsek Lawang membentuk dua tim. Kemana langkah tim itu bergerak, tentu sangat tergantung dari hasil pengembangan di lapangan. Termasuk, apakah keseluruhan tim masih mengubek-ubek wilayah Malang, ataukah sebagian ada di luar wilayah Malang.
“Fokus anggota di lapangan adalah penangkapan sopir korban (Ego),” ujarnya di sela-sela melakukan pemantauan pelaksanaan Pilkades serentak.
Disinggung mengenai pengejaran ke Nganjuk , Aris menjelaskan, memang anggotanya Sabtu lalu melakukan pengembangan penyidikan ke wilayah itu. Hanya saja, masih belum mendapatkan hasil positif. Meski pun, anggota sudah meminta keterangan dari orang yang memiliki kedekatan dengan korban pembunuhan.
“Iya, kemarin (Sabtu) memang ada yang ke Nganjuk. Tapi dari keterangan yang didapat, orang tersebut tidak ada keterkaitan dengan pembunuhan, selain karena faktor kedekatan dengan korban. Karenanya, mengapa fokus penangkapan kepada sopir korban,” terang Kapolres.
Diperoleh keterangan, dalam penyidikan ke Nganjuk, petugas mengamankan seorang pria yang teridentifikasi bernama Zando. Orang tersebut, selama ini juga berada di rumah korban. Pekerjaannya hampir sama dengan pelaku pembunuhan Ego, yaitu membersihkan mobil dan menjadi sopir.
Sementara itu saat ditanya kembali mengenai motif pembunuhan pendeta, Kapolres menerangkan, yang pasti ingin menguasai harta korban. Mengenai motif lain, akan diketahui setelah tersangka berhasil ditangkap. Termasuk, kemungkinan aksi pembunuhan, apakah dilakukan seorang diri atau bersama teman pelaku.
Sebagaimana diberitakan, pada Jumat malam, petugas dikagetkan dengan informasi terbunuhnya pendeta yang kondisinya sudah membusuk dan diletakkan di kamar mandi rumah korban. Saat itu mobil korban raib namun kemudian ditemukan di rumah mertua Ego.(sit/han)