Pembunuh Pendeta Belum Keluar Malang

Anjing pelacak didatangkan ke lokasi tersangka menyembunyikan barang bukti mobil hasil pembunuhan untuk mengungkap jejak keberadaan pelaku pembunuhan.

LAWANG – Keberadaan Abednego Rudyanto alias Ego, 29 tahun, yang diduga menjadi pelaku pembunuhan pendeta Yulianti Dwiastuti Liemanto, 56 tahun warga Perum Istana Bedali Agung Blok A/1a Desa Bedali, Kecamatan Lawang, diperkirakan masih berada di Malang. Polisi masih berupaya memburu Ego, apalagi Kapolres memberikan deadline satu minggu untuk menangkap Ego.
Ego adalah sopir sekaligus pembantu korban. Dia membunuh secara keji pendeta dengan memukulkan benda tumpul (batu) di bagian kepala. Usai tewas, Eho mensolasi bagian wajah korban dengan lakban. Tubuh korban dipocongi dan diletakan di dalam kamar mandi. Mayat pendeta baru diketahui pada Jumat lalu.
“Pelaku dimungkinkan masih berkeliaran di wilayah Malang, anggota terus melakukan penyisiran di setiap lokasi yang dimungkinkan sebagai lokasi persembunyian tersangka,” kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post, kemarin.
Ditambahkannya, deadline waktu seminggu untuk menangkap tersangka, mudah-mudahan bisa dimaksimalkan. Jika benar dugaan bahwa pelaku tetap di Malang, tidak memerlukan waktu yang relative lama.
“Semua barang bukti sudah ada, mulai mobil yang dibawa kabur hingga barang berharga lain milik korban yang sempat dibawa kabur juga sudah berhasil diamankan. Barang bukti pembunuhan seperti batu untuk memukul kepala korban, pun juga sudah ditemukan. Jadi, konsentrasi hanya pada penangkapan pelaku,” tambahnya.
Dijelaskannya, salah satu bidikan petugas adalah teman-teman tersangka. Pihak keluarga pelaku sudah lepas tangan terkait kejadian itu.
“Tersangka  anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak tersangka, tinggal di Lawang dan rumahnya berdekatan dengan adik tersangka. Kedua saudaranya itu, relative pendiam dan terkejut dengan kabar itu. Korban pembunuhan juga masih dianggap saudara. Karenanya, pihak saudara-saudaranya sangat menyayangkan aksi nekad pelaku,” paparnya.
Apakah pengejaran juga dilakukan ke wilayah Batu, Kasatreskrim menerangkan, bahwa upaya maksimal akan dilakukan. Termasuk, kemungkinan pelaku di wilayah Batu. “Kalau memang di sana, jelas akan dilakukan penangkapan,” ujarnya.
Diperoleh keterangan, Ego setelah melakukan pembunuhan terhadap Yulianti, sempat membawa mobil Datsun Go milik korban ke wilayah Kota Batu. Pelaku pergi ke Batu pada Selasa malam. Baru pada Rabu, pelaku ke rumah mertuanya dengan alasan kangen anak bungsu, dan sekaligus pamitan hendak kerja ke Freeport. (sit/aim)