Lagi, Jaringan Daun Ganja Digulung

MALANG – Perang terhadap peredaran narkoba di Kota Malang, terus dilakukan Satuan Reskoba Polres Malang Kota. Akhir pekan lalu, polisi menggulung tiga orang jaringan narkotika jenis daun ganja kering. Ketiganya merupakan pemakai sekaligus pengedar barang haram tersebut.
Mereka adalah Lugas alias Ateng, 23 tahun, warga asli Bojonegoro, yang tinggal di Jalan Mertojoyo Malang. Ia adalah penjual pula di jalan tersebut. Kemudian, Arif Saiful Rizal alias Cabul, 24 tahun, asal Jember yang juga tinggal di Jalan Mertojoyo. Cabul bekerja sebagai perawat burung sekaligus penjual kopi.
Terakhir adalah Sumardi alias Om Sule, 35 tahun, warga Jalan Tirto Praloyo, Kecamatan Dau. Om Sule ini bekerja sebagai tukang tambal ban. “Mereka bertiga ini ditangkap di tiga lokasi yang berbeda dalam waktu sehari,” ujar Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni.
Kali pertama yang ditangkap adalah Lugas alias Ateng. Ia ditangkap di simpang empat Jalan Mertojoyo sekitar pukul 22.30 pada 6 Maret. Saat diamankan, Ateng baru saja membeli daun ganja. Dari penangkapannya, polisi mengamankan sebungkus ganja dengan berat 35 gram.
“Daun ganja tersebut dibungkus kertas dan disembunyikan dalam saku jaket. Ia mengaku membeli Rp 400 ribu dari tersangka Cabul,” tutur Nunung.
Berangkat dari pengakuannya itu, polisi kemudian mengembangkan kasusnya dan berhasil menangkap Cabul di rumah kontrakannya. Dari penggrebekan rumah Cabul, polisi menemukan dua bungkus ganja seberat 100 gram seharga Rp 700 ribu. Cabul mengaku membeli tiga kali dari Om Sule.
Akhirnya keesokan malamnya, polisi memburu Om Sule. Polisi pun kembali berhasil menangkap Om Sule di rumahnya. Barang bukti yang diamankan dari Om Sule ini, sangat banyak. Antara lain, lima batang bibit ganja dalam pot, satu batang bibit ganja yang sudah kering, sebungkus ganja seberat 295 gram.
Kemudian sebungkus ganja seberat 245 gram, satu bungkus ganja lagi seberat 116 gram, satu buah toples berisi ganja seberat 137 gram, sebungkus ganja seberat 65 gram, satu kotak plastik berisi ganja seberat 10 gram, satu toples ganja seberat 10 gram, dua klip plastik berisi biji ganja seberat 14 gram dan 7 gram, satu batang rokok ganja dan beberapa barang bukti lainnya.
Barang-barang tersebut, diakui Om Sule dibeli dari seorang temannya berinisial S yang kini masih buron. Sekali beli, Om Sule mengaku membeli satu kilogram seharga Rp 3,6 juta. “Untuk tanaman bibit ganja, dia ngakunya hanya coba-coba dan ternyata tumbuh. Usia tanaman ganja itu baru dua bulan,” jelas Nunung.
Akibat perbuatannya tersebut, untuk Ateng dijerat dengan pasal 111 sedangkan Cabul dan Om Sule pasal 114 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun kurungan penjara.(agp)