Malang Black Out!

MALANG - Black out!. Lebih dari satu juta warga Kota Malang, Kabupaten Malang dan Blitar kemarin pagi tak bisa menikmati aliran listrik. Banyak sektor terganggu akibat listrik yang padam hingga pukul 10.15 ini. Rumah tangga, bisnis, hingga aktivitas di sekolah dan kampus.
Bahkan terjadi kepanikan akibat pemadaman listrik di kampus Pasca Sarjana UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) di Jl. Soekarno, Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo. Saat listrik padam jam 09.30 WIB, genset secara otomatis hidup dan memasok daya listrik.  Namun tak berapa lama, genset mengeluarkan asap tebal karena terbakar hingga menyebabkan alarm di kampus menyala.
Ratusan mahasiswa yang sedang mengikuti perkuliahan di Gedung B pun semburat keluar. Sebagian penasaran ingin mengetahui sumber api serta dari mana kepulan asap berasal, namun tidak sedikit yang memilih menjauh dari gedung untuk menyelamatkan diri. “Saat itu sedang ramai-ramainya mahasiswa karena kuliah perdana, karena ada kebakaran para mahasiswa berinisiatif pindah belajar di masjid untuk sementara waktu,” terang  Ahmad Fuad, Humas Pasca Sarjana UIN Maliki.
Saat itu, lanjutnya, semua security berusaha memadamkan api dengan air dan ada yang mengkontak tim Pemadam Kebakaran kota Batu. Beberapa petugas juga langsung mengevakuasi puluhan motor yang terpakir di dekat tempat kejadian.
Ruli, Komandan Satpam kampus yang saat itu berada di Mako Satpam mendengar suara letupan sangat keras pasca genset menyala. Ruli segera keluar dari ruangan dan melihat api membakar genset berkapasitas 150 KVA ini. Melihat itu beberapa satpam dibantu pegawai lain mencoba memadamkan api dengan cara menyiram air.
Namun bukannya padam, aliran air yang jatuh dari genset justru memperbesar bara api, hingga menciptakan aliran api di lantai. “Aliran api ini tercipta lantaran air yang disemprotkan para pegawai sudah bercampur dengan bahan bakar, hingga bukannya padam, api malah membesar dan membentuk aliran bercampur dengan air,” ujarnya.
Api baru berhasil dipadamkan saat dua unit mobil PMK tiba di tempat kejadian perkara. Dalam waktu 15 menit, petugas PMK berhasil memadamkan api yang melalap genset. “Alhamdulillah kita datang cepat, karena di dalam genset terdapat tangki solar berisi kurang lebih 25 liter. Jika suhu tangki sudah sampai titik didih, dan terkena api bisa langsung meledak,  Alhamdulillah hal itu tidak sampai terjadi,” terang Santoso Wardoyo Ka UPT PMK Kota Batu.
 Dari hasil olah TKP ditemukan penyebab kebakaran ini diduga disebabkan karena salah satu aki yang ada di dalam genset mengalami konsleting. Dari aki yang ngefong ini keluar bunga api, kemudian membakar karet, kabel serta busa yang menempel di cover genset. “Busa ini fungsinya sebagai peredam suara, namun saat kebakaran terjadi menjadi salah satu katalis yang mempercepat terjadinya kebakaran,” terangnya. Untuk memadamkan api, petugas PMK juga terpaksa harus membuka paksa cover genset dengan menggunakan kapak.
Tak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan dalam peristiwa tersebut. Kendati demikian, kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta senilai dengan harga genset jumbo yang mampu menyupply aliran listrik untuk seluruh aktivitas operasional gedung kampus pascasarjana.
Saat kejadian tersebut, Direktur Pascasarjana UIN Maliki Malang Prof. Dr. Muhaimin sedang berada di Banjarmasin, ia pun hanya bisa mendengarkan kabar kebakaran tersebut dari telepon. Dari kejadian ini rencananya UIN Maliki berencana mengadakan simulasi penanggulangan kebakaran untuk seluruh staf, pejabat dan mahasiswa. Menurut Fuad, pihaknya telah mengajak kerjasama Kantor Pemadam Kebakaran kota Batu untuk mengadakan pelatihan itu.
”Untuk waktunya kami masih belum mengetahui secara pasti. Tapi rencana itu sudah dibicarakan dengan pihak pemadam kebakaran,” pungkas Fuad yang juga pengelola rumah singgah di kampus Pascasarjana UIN Maliki Malang.

Hentikan Aktivitas Bisnis
Pemadaman listrik kemarin juga berimbas pada sektor bisnis. Beberapa sektor terpaksa menghentikan aktivitas bisnis sembari menunggu listrik menyala, seperti bisnis tour and travel, ticketing dan sekuritas.
Customer Service Misama Gatharia Tour and Travel, Fitria Nabilla mengatakan, pemadaman sangat berimbas pada tour and travel dan ticketing. Pasalnya, update harga tiket pesawat serta ketersediaan sheet sangat bergantung pada bantuan listrik untuk menyalakan perangkat atau personal computer. “Tadi, pas kami buka kan kondisinya listrik padam, secara otomatis kami tidak bisa bekerja,” katanya.
Menurut dia, untuk bisnis ticketing atau tour and travel, terpaksa menunda bila ada customer yang hendak memesan tiket. Dia mengakui, hal sama juga terjadi di beberapa agen ticketing di Malang. “Hampir semua sama, harus menunggu listrik menyala. Sebab, tidak semua agen memiliki perangkat pendukung seperti genset,” beber dia kepada Malang Post.
Menurutnya, dalam kurun waktu dua jam ketika listrik padam, ada sekitar tiga customer yang melakukan hunting harga tiket pesawat. Nabila menyampaikan, memang tidak bisa memperkirakan berapa kerugian, namun potensi untuk mendapatkan customer yang memesan tiket berkurang. “Bisa jadi langsung ada pemesanan tadi, namun karena tidak bisa melihat update, kami meminta customer menghubungi lagi nanti,” imbuhnya.
Dia menyebutkan, pemadaman listrik yang terjadi kemarin termasuk lama dan tanpa pemberitahuan. Sehingga, ada customer yang tidak memahami dan berujung pada complain. “Yang tidak menyadari paling protes sedikit, setelah itu menutup telepon,” tambah dia.
Terpisah, hal sama juga berlaku bagi pelaku sekuritas. Sales Equity SucorInvest, Agus Prianto menyampaikan, bila aktivitas broker tertahan pagi kemarin. “Di sini genset tidak berfungsi dan untuk online terganggu,” beber dia.
Menurut Agus, SucorInvest Malang pun mendapatkan telepon dari pusat karena selama dua jam perdagangan minim aktivitas. Hal ini terjadi karena broker maupun investor tidak bisa melihat update saham. “Karena tidak bisa melihat pergerakan saham, otomatis kami tidak bisa berspekulasi untuk menjual atau membeli saham,” jelasnya.
Sebenarnya, aktivitas online melihat pergerakan saham masih bisa dilakukan melalui gadget. Akan tetapi, diakui Agus, tidak bisa dengan bebas membuka halaman yang diperlukan. “Layar gadget terbatas, dan untuk membuka aplikasi sangat berat. Bila ada informasi bagus, kami dapat pemberitahuan dari Surabaya,” tutur Agus.
Dia berharap, pemadaman listrik tidak terjadi seperti kemarin, di hari pertama kerja dan di pagi hari. Pasalnya, momen tersebut sangat dimaksimalkan oleh pebisnis maupun perkantoran untuk kembali menyelesaikan pekerjaan yang tertunda dan penting di pekan sebelumnya.
“Potensi kerugian tidak begitu besar. Mungkin hanya tidak bisa aktif di bursa saham saja, yang bisa berpengaruh pada naik-turunnya IHSG bila investor yang terpending banyak,” papar dia panjang lebar.
Sementara itu, dari pantauan Malang Post aktivitas bisnis di perbankan relatif lebih lancar. Pasalnya, perbankan jauh lebih siap dan telah memiliki standar operasional bila terjadi pemadaman. “Aman, kami menggunakan genset agar aktivitas tidak terganggu. Aktivitas nasabah juga tidak terganggu,” terang Pemimpin BRI Syariah Malang, Agung Rahardjo.
Dia mengakui, pemadaman hanya menambah sedikit cost untuk membeli bahan bakar dan sudah menjadi risiko bisnis. Hanya saja, diakui dia, Kota Malang juga terlalu sering terjadi pemadaman listrik mendadak.
“Ya mungkin tanpa pemberitahuan yang membuat bisnis tidak siap. Selain itu, juga sering terjadi pemadaman,” tandasnya. (mg6/muh/ley/han)