Berangkat Sekolah, Kepala SLB Dijambret

KEPANJEN- Aksi kejahatan jalanan penjambretan di wilayah hukum Polres Malang, semakin menjadi-jadi. Senin (9/3) kemarin, Kepala Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) Kepanjen, Yulia Esti Mulyani menjadi korbannya. Dompet berisi HP, uang tunai Rp 500 ribu dirampas oleh kawanan jambret di Jalan Ardi Mulyo Keluarahan Aridrejo Kecamatan Kepanjen
Ditemui di sekolahnya, wanita berusia 35 tahun ini menceritakan, kejadian bermula pada pagi hari. Saat itu korban hendak pergi ke sekolahnya di antarkan suaminya bernama Rahmat, 37 tahun. Dengan menggunakan sepeda motor, keduanya berangkat ke SMALB Kepanjen dari Pakisaji.
Saat sampai di Jalan Ardi Mulyo Keluarahan Aridrejo Kecamatan Kepanjen, mereka didekati pengendara sepeda motor Satria FU berwarna hitam.
“Pelakunya dua orang memakai jaket hitam dan helm,” ujarnya kepada Malang Post kemarin. Saat didekati, mulanya korban tidak curiga yang bersangkutan akan melakukan penjambretan. Keduanya tidak meyangka akan menjadi korban penjambretan. “Biasanya jambret itu sore hari atau siang hari saat situasi sedang sepi. Ini pada pagi hari, saat orang-orang berangkat kerja,” terang wanita berjilbab ini.
Menurutnya, saat itu situasi sekitar lokasi kejadian, ramai orang berangkat kerja. Kedua pelaku itu kata dia, mengambil dompet yang didekapnya. Dompet itu berisi uang tunai Rp 500 ribu HP Samsung Duos dan surat-surat berharga lainnya. Pelaku tidak melakukan ancaman dan tidak menggunakan senjata. Namun, aksi yang dilakukannya saat merampas, terbilang profesional.
“Kejadiannya sangat cepat sekali, mereka terlihat profesional. Saya perkirakan, mereka sudah membuntuti kami sejak dari rumah,” terangnya.
Setelah merampas dompet itu, kedua pelaku langsung ngacir ke arah barat. Saat itu, korban sempat berteriak minta tolong. Namun, kedua pelaku terburu kabur menggunakan sepeda motornya. Suaminya yang mengemudikan sepeda motor, sempat berusaha mengejar kedua pelakunya. Namun, tidak bisa terkejar karena pelaku terlalu cepat.  
“Saya sempat bilang kepada suami, tidak usah dikejar pak, saya takut,” imbuhnya.
 Karena menjadi korban penjambretan, kejadian itu dilaporkan ke Polsek Kepanjen. Kasubag Humas Polres Malang AKP Ni Nyoman Sri Effiliandani mengatakan, laporan dari korban masih proses penyelidikan. “Yang menangani kasus itu Polsek Kepanjen dibantu Satrekrim Polres Malang,” ujarnya terpisah. Dia juga menghimbau kepada masyarakat supaya berhatri-hati saat keluar rumah.
Bentuknya tidak membawa perhiasan mencolok dan uang yang banyak, saat berpegian. Karena hal itu mengundang pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya. “Polres Malang juga terus meningkatkan intensitas patroli, supaya meminimalisr tindakan kejahatan dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat,” pungkasnya. (big/aim)