Kiriman 9 Ribu Ekstasi dan 2,1 Sabu Digagalkan

SURABAYA – Ketatnya penjagaan Bandara Internasional Juanda, Surabaya, rupanya membuat para bandar narkoba harus putar otak. Hasilnya, pasokan narkoba ke Surabaya pun dialihkan melalui pintu Dermaga Gapura Surya, Pelabuhan Tanjung Perak.
Sayangnya, jaringan pengedar narkoba internasional ke Surabaya tetap saja kalah. Buktinya, paket sabu-sabu seberat 2,1 kg dan 9 ribu pil koplo berhasil digagalkan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Prestasi ini pun diapresiasi Irjen Pol Anas Yusuf, Kapolda Jatim. Mantan Wakabareskrim Mabes Polri ini, melihat langsung barang bukti yang diamankan anakbuahnya. ‘’Benar. Sabunya total 2,1 kg dan pil ekstasinya berjumlah 9 ribu butir,’’ tandas Anas di Mapolres Tanjung Perak, Selasa siang.
Jika ditilik dari penemuan narkoba ini, sebenarnya bukan sebuah kesengajaan. Pasalnya, sabu dan ribuan pil koplo itu dikirim melalui KM Kumala yang kemudian sandar di Dermaga Jamrud, Tanjung Perak.
Seperti biasa, Anak Buah Kapal (ABK) selalu melakukan pemeriksaan terhadap angkutan di kapalnya. Salah seorang ABK tidak sengaha menemukan barang haram itu dalam tas ransel warna coklat di dek 3 kamar tidur penumpang.
Begitu melihat tas tanpa tuan itu, ABK langsung membuka dan mengecek isinya. Setelah diketahui isinya sabu-sabu dan pil koplo, ABK tadi tidak langsung memindahkan. Sebaliknya, langsung melapor ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak. ‘’Ransel pun langsung diamankan petugas,’’ kata Anas dengan menyebut ransel ditemukan Senin, pukul 02.00 dinihari, 2 Maret 2015 lalu.
Sayang, lanjut Anas, sapa pemilik ransel itu tidak diketahui jelas. Berbagai cara pun ditempuh untuk menemukan, siapa pemesan ransel bersisi narkoba senilai kurang lebih Rp 7,2 miliar tersebut. Salah satunya dengan melihat rekaman CCTV yang dipasang di Dermaga Jamrud. Ternyata cara ini tidak membuah hasil buruan yang diinginkan.
Upaya dan penantian Polres Tanjung Perak Surabaya rupanya tidak sia-sia. Seminggu kemudian, tepatnya 9 Maret 2015, secara diam-diam pihak KM Kumala melapor kalau ada dua orang tengah mencari ransel tadi.
Seketika itu pula, polisi segera menuju ke Dermaga Jamrud menemui kedua orang pencari ransel di KM Kumala. Setelah dirasa cukup kuat, akhirnya kedua orang tadi langsung diamankan. Begitu juga seorang temannya yang menunggu di mobil ikut diamankan juga.
‘’Keduanya mengaku datang bertiga ke Surabaya mencari ransel berisi kiriman sabu-sabu dan pil ekasai. Petugas langsung menangkapnya dan seorang yang berada di mobil juga diamankan,’’ ujar Anas.
Setelah dilakukan pemeriksaan sementara, ke tiga orang yang diamankan ternyata bukan warga Surabaya atau Jatim. Mereka adalah M Yunus (40 tahun) warga Pawitan, Bogor; kemudian Iskandar Zulkarnain (37 tahun) warga Balikpapan, Kalimantan Timur.
‘’Seorang lagi adalah Rujian (36 tahun) warga Keluarahan TL lerong Ilir, Samarinda. Semuanya sekarang berada di tahanan dan kasus ini terus dikembangkan untuk mencari siapa pengirimnya,’’ ujar Anas sembari mengangkat sabu-sabu ditangannya.
Ditambahkan Anas, barang haram itu sebenarnya kiriman dari Langsa Aceh dan hendak dibawa ke Banjarmasin. Caranya, pelaku membawa ransel berisi sabu-sabu dan pil ekstasi dari Aceh menuju Jakarta kemudian masuk Surabaya.
‘’Selanjutnya dari Surabaya akan dibawa ke Banjarmasin via perjalanan laut menggunakan KM Kumala. Sayangnya, perjalanan mereka tidak mulus dan digagalkan di Surabaya,’’ pungkas Anas dengan menyebut kini petugas masih memburu dua orang yaitu SFN (pemilik) dan ID (kurir). (has/feb)