2 Tahun DPO, Rozi Tertangkap

MALANG - Pelarian Faturrozi dari kejaran polisi berakhir. Selasa (10/3) lalu, pemuda berusia 20 tahun ini ditangkap petugas Reskrim Polsekta Klojen. Ia diringkus setelah hampir dua tahun ini menjadi buronan.
Bapak satu anak ini, dibekuk di rumahnya Jalan LA Sucipto Gang Taruna III Malang. Ia tak berkutik ketika polisi datang menangkapnya. Kedua tangannya langsung diangkat di atas kepala. Rozi sapaan akrabnya pun menyerah.
"Tersangka Faturrozi kami tangkap setelah mendapat informasi kalau ia pulang ke rumah. Selama ini, ia masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," terang Kanitreskrim Polsekta Klojen, AKP Danang Yudanto.
Menurut Danang, Faturrozi terlibat kasus pencurian di Clinic Salon Ester Jalan Yulius Usman 64 Malang. Pencurian dilakukan Selasa 2 Juli 2013 lalu, bersama Sulis Junaidi, 27 tahun, warga Jalan Baiturrohman, Kelurahan Tlogowaru, Kedungkandang. Sulis adalah karyawan di clinic tersebut, bagian kebersihan.
"Untuk Sulis, sudah kami tangkap dulu sesaat setelah kejadian. Ia sudah menjalani masa hukuman di LP Lowokwaru," ujar Danang.
Aksi pencurian saat itu berlangsung sekitar pukul 22.00. Modus operandinya Faturrozi masuk dengan memanjat pagar berduri dekat pos satpam. Kemudian mencongkel jendela ruang perawatan. Sedangkan Sulis, masuk lewat pintu depan karena sebagai karyawan. Keduanya bertemu di ruang perawatan.
Selanjutnya, di dalam ruang perawatan mereka mengambil dua HP. Kemudian menuju ruang gudang mengambil uang Rp 750 ribu. Setelah itu ke ruang marketing, mencuri tiga unit laptop. Setelah itu kabur lewat jendela ruang marketing.
“Untuk mengelabuhi supaya terlihat bahwa pelakunya seperti orang luar, mereka memecah kaca jendela ruang marketing. Baru setelah itu keduanya kabur,” tuturnya.
Pencurian diketahui keesokan harinya, yang kemudian dilaporkan ke Polsekta Klojen. Dari laporan itu, polisi lalu melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap Sulis. Sedangkan Faturrozi berhasil kabur. “Selama ini saya kabur ke Surabaya. Setiap pulang ke rumah tidak sampai lama, hanya sehari saja,” kata tersangka Faturrozi.(agp)