Pembunuh Pendeta Diancam Hukuman Seumur Hidup

LAWANG - Pembunuh pendeta wanita Yulianti Dwiastuti Liemanto, diancam hukuman seumur hidup. Polisi menyiapkan pasal berlapis terhadap sang pelaku, Abednego Rudyanto alias Ego, 29 tahun, kemarin. Sanksi berat itu dijeratkan kepada Ego, karena dari hasil pemeriksaan ditemukan unsur perencanaan yang mengakibatkan korban kehilangan nyawa.
“Rencana pelaku menguasai barang milik korban, adalah salah satu unsur perencanaan pembunuhan yang dilakukan tersangka. Itu karena, hubungan antara korban dan tersangka, adalah saling mengenal,” urai Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Mengenai unsur perencanaan, mantan Kasatreskrim Tuban itu melihat dari keinginan pelaku menguasai barang korban. Caranya, sudah direncanakan dengan melumpuhkan pemilik rumah atau Yulianti. Hanya saja, saat pelaku menjalankan aksinya, ternyata mengakibatkan korbannya meninggal.
“Sehingga, untuk menghilangkan kecurigaan saat pelaku menguasai harta benda milik korban, adalah dengan cara menghabisi nyawa korban. Dari hubungan saling mengenal itu pula, tersangka sudah mengetahui barang-barang yang bisa digunakan untuk melumpuhkan korbannya,” paparnya kepada Malang Post.
Ditanya mengenai aksi pelaku, Wahyu menjelaskan, masih sama dengan pemeriksaan yang dilakukan kali pertama. Tersangka membunuh korbannya seorang diri dengan memakai batu untuk mengganjal ban. Sedangkan motifnya, karena sakit hati. “Tidak ada hubungan asmara antara korban dengan pelaku. Namun, murni sakit hati pelaku dan perencanaan menguasai barang korban,” imbuhnya.
Dari hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan pada Selasa (10/3) malam lalu. Penyidik menjerat tersangka dengan pasal berlapis. Yakni, pasal 340 tentang pembunuhan berencana, junto Pasal 338 tentang pembunuhan dan junto Pasal 365 ayat 3 dan 4 tentang perampokan disertai penganiayaan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia. Ada pun ancamannya, minimal 15 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.
Sementara itu, pasca terungkapnya Ego menjadi pelaku pembunuhan, membuat orang tua Ego yaitu Ribut Rudyanto, harus ‘mengungsi’ dari rumah di Desa Bedali, Kecamatan Lawang. Penyebabnya, bapak tiga anak yang juga mengenal korbannya tersebut, mengalami darah tinggi.
“Bapak tensi darahnya naik sejak dikabari itu. Makanya, harus istirahat dan sementara tidak ada di rumah,” kata adik Ego, Ika Rudyanto.
Ditanya mengenai perilaku kakaknya, Ika mengatakan, memang sejak kecil sudah nakal. Penyebabnya, karena dulu sering dimanja. Makanya, sekarang menjadi kelewatan. “Saya tidak menyangka itu akan dilakukan Ego. Apalagi, kami sekeluarga kenal dengan korban. Termasuk, bapak juga kenal dengan korban. Makanya, kami menganggap itu karena Ego terlalu sering dimanja. Jadinya, sampai sekarang ya seperti itu. Menyusahkan keluarga,” katanya ringan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ego berhasil ditangkap petugas Polsek Singosari, setelah sekitar lima hari sembunyi atau kabur dari rumah mertuanya di Dusun Song-song, Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari. Ego kabur, setelah diketahui membunuh majikan dan membawa kabur sejumlah barang berharga diantaranya mobil Datsun Go. (sit/ary)