Dinikahi, Korban Asusila Cabut Laporan

Tersangka Suradi mengucapkan ijab kabul dalam pernikahan di Mapolres Malang

KEPANJEN- Seorang tahanan kasus asusila anak di bawah umur di Mapolres Malang, kembali menikahi korbannya. Tersangka Suradi, 20 tahun, warga Desa Tirtomoyo Kecamatan Ampelgading, menikahi Dwi Rafika Putri, 17 tahun, warga Ampelgading. Penikahan berlangsung khidmat di ruang Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu).
 “Suradi merupakan tersangka kedua dalam tahun ini yang menikahi korbannya. Sebelumnya pada akhir bulan Januari, tersangka Mufid juga menikahi korbannya,” ujar Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang Iptu Sutiyo SH Mhum kepada Malang Post kemarin siang.
Dijelaskannya,  meski menikahi korbannya, tidak serta merta membuat tersangka dapat menghirup udara bebas. Usai mengucapkan ijab kabul, tersangka harus kembali ke dalam selnya. Karena keluarga korban harus terlebih dahulu mengurus surat-surat dan membuat pernyataan, untuk menghentikan kasus yang sedang dialami tersangka.
“Setelah korban mencabut laporannya, maka tersangka akan segera dibebaskan. Saat ini keluarga korban sedang mengurus administrasi pencabutan laporan itu,” ujar Perwira Pertama (Pama) dengan dua balok di pundaknya ini. Sedangkan suasana akad nikah yang berlangsung di Ruang Gakumdu Mapolres Malang berlangsung penuh khidmat dan haru.
Kedua keluarga sama-sama menyaksikan upcara pernikahan yang sakral tersebut. Untuk orang tua laki-laki maupun tersangka Suradi, dihadiri langsung oleh ayahnya, bernama Paimin.Sedangkan korban Dwi Rafika Putri, didampingi kedua orangtuanya yakni ayahnya bernama Supardi dan ibunya bernama Ningsih.
Upacara pernikahan tersebut, dipimpin Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Malang H Abdul Awal. Berulang kali Abdul Awal harus mengulangi perkataan ijab qabul, lantaran tersangka terlihat gugup. Namun, pada akhirnya, tersangka dapat mengucapkan ijab Kabul dengan lancar, sehingga pernikahan itu dinyatakan sah.
 “Dalam sejarah Polres Malang berdiri, sudah sebanyak sembilan kali melakukan pernikahan semacam ini. Harapannya, melalui pernikahan ini, membuat paangan tersebut langgeng hingga kakek nenk nanti,” terang Iput Sutiyo. (big/aim)