Diduga Sebar Foto Pelecahan, Dokter AT Dipolisikan

KEPAJEN – Perbuatan iseng bisa berujung fatal. Seorang dokter berinisal AT, 31 tahun, dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Malang, kamis (12/3).  Dokter yang bertugas di salah satu RS di Kepanjen ini, diduga menyebarkan foto perempuan, KM, 28 tahun, warga Kecamatan Kromengan, yang ditulis dengan kata yang tidak pantas dan disebarkan.
Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat SIK mengatakan, pihaknya saat ini masih tengah mempelajari laporan tersebut.
 “Benar, kami telah menerima laporan tersebut. Kami masih lakukan penyelidikan laporan maupun permasalahan ini,” ujar Wahyu kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, laporan yang dibuat oleh korban itu, lebih condong melanggar UU ITE yang memiliki muatan melanggar kesusilaan. Sehingga membuat nama korban tercemar. Menurutnya, siapa saja boleh melakukan laporan tersebut kepada kepolisian. Termasuk pelaporan asusila dan pencemaran nama baik, melalui media elektronik.
“Karena itu sudah diatur dalam UU ITE Nomor 11 Tanun 2008. Sedangkan bentuk serta jenis pelanggarannya sudah dicantumkan pada UU tersebut,” terang Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya ini.
Petugas penyidik akan mendalami terkait laporan tersebut. Mantan Kasat Reskrim Polres Tuban ini, enggan mengungkapkan lebih gamblang, terkait laporan tersebut. “Ditunggu saja perkembangannya, karena proses penyelidikan masih berlangsung,” kata dia.
 Informasi yang berhasil dihimpun, dokter AT dengan sengaja menyebar foto korban KM yang dituliksan dengan kalimat tidak pantas. Dokter tersebut, menuliskan foto korban yang diketahui wanita itu, dengan kalimat “Buka Lapak Rp 150 Ribu per jam”. Oleh dokter tersebut, dibagikan melalui salah satu group perpesanan singkat. Disinggung mengenai menggunakan modus itu, Wahyu masih enggan berkomentar lebih banyak lagi.
“Modus yang digunakan untuk melakukan pelanggaran UU ITE, ada banyak. Bisa saja salah satunya hal itu,” kata dia. (big/aim)