AKBP Christian Jabat Direktur Penyidikan KPK


PERIKSA : AKBP Hendrik N Christian diwawancarai wartawan usai menggeledah rumah atau gedung hasil korupsi di Malang. (DOK/MALANG POST)

MALANG - Mantan Kasatreskoba Polres Malang Kota, Hendrik N Christian benar-benar surprise atas jabatan barunya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia ditugaskan menjadi Pelaksana Harian Direktur Penyidikan KPK.
Polisi yang saat ini berpangkat AKBP tersebut, ditugaskan langsung oleh Deputi Bidang Penindakan KPK, Irjen Pol Heru Winarko. Sayangnya, dikonfirmasi Malang Post, dia memilih tidak berkomentar banyak.
Informasi yang didapat, pria asal Ambon dan pernah mengenyam pendidikan Bahasa Inggris di STIBA Malang ini mendapat surat perintah tugas bernomor SPT 250/20/06/2016 untuk menduduki jabatan strategis tersebut.
Sebelumnya, Christian-begitu dia biasa disapa- menduduki jabatan sebagai fungsional penyidik. Penunjukkan mantan Wakapolsekta Blimbing itu sesuai dengan UU No 30 Tahun 2002 KPK yang telah diubah dalam UU No 10  Tahun 2015.
Disinggung apakah ia bangga dengan jabatan itu dan akan langsung start melakukan penyidikan kasus-kasus korupsi di Malang, ia hanya tertawa. "Hahahahaha, ya bentar lagi ada," balasnya singkat.
Di KPK, jabatan Direktur Penyidikan bisa diibaratkan sebagai kursi panas. Sebelumnya 'kursi' ini diduduki Kombes Pol Aris Budiman. Bahkan, posisi Direktur Penyidikan sangat menentukan kinerja KPK.
Ibarat orkestra, Direktur Penyidikan adalah seorang konduktor. Direktur Penyidikan menjadi salah satu penentu keberhasilan proses penyidikan. Jabatan itu dituntut mampu mengikuti ritme, melengkapi kekurangan atau bahkan memperbaiki ‘kesalahan’ penyidikan.
Apalagi, KPK beberapa kali mengalami kekalahan saat bertarung dalam sidang praperadilan yang diajukan tersangka.  Performa Direktur Penyidikan juga menentukan penuntasan sejumlah kasus korupsi.
Termasuk yang berskala besar, sebut saja bailout Bank Century, Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).  Ditambah kasus pembangunan Sport Center Hambalang, pembangunan Wisma Atlet Palembang, dan dugaan korupsi haji 2010-2013 di Kementerian Agama (Kemenag). (mar)