Akhir Liburan, Tewas Tenggelam


EVAKUASI : Jenazah Andrian Hamdan Widiyanto berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSSA Malang. (IST/MALANG POST)

MALANG - Akhir liburan ini, jumlah wisatawan yang menjadi korban keganasan alam bertambah. Korban pertama yakni Andrian Hamdan Widiyanto, 19, warga Perum Banjararum Asri 1/7 Singosari.  
Dia ditemukan tenggelam di areal Coban Tundo Telu, Desa Sidoasri, Sumbermanjing Wetan, kemarin pukul 13.30. Informasi yang dihimpun,  pagi kemarin sekitar pukul 07.00, korban berangkat ke Coban Tundo Telu, bersama Pradigma Ayu, 16, temannya asal Jombang.
Keduanya berangkat dari rumah kos Ayu di kawasan Sawojajar Malang, dengan berboncengan sepeda motor. “Tiba di lokasi sekitar pukul 12.30,” ungkap Kapolsek Sumbermanjing Wetan, AKP Timbul Wahono.
Setelah istirahat sejenak, mereka berdua lalu menuju korban tundo satu untuk berfoto. Kemudian, korban mengutarakan ingin berenang. Saat itu, sempat dilarang oleh Ayu karena kondisi airnya sangat dalam.
Sayangnya, larangan ini malah disambut korban  dengan marah-marah. Seketika Andrian loncat dan berenang di air terjun itu. “Temannya memilih menunggu di warung sambil bermain ponsel,” ungkap polisi ini.
 Tak lama setelah itu, Ayu didatangi oleh pengunjung yang mengatakan bahwa temannya tenggelam. Semula dia tidak menghiraukan. Namun setelah diamati korban tidak kelihatan, akhirnya dia meminta pertolongan. Sekitar pukul 13.30, jenazahnya ditemukan sudah dalam kondisi meninggal.
“Sebelum meninggal dunia, korban juga sempat diingatkan oleh warga untuk tidak berenang. Tetapi dia nekat mencebur, hingga tidak muncul lagi. Setelah dievakuasi, jenazahnya langsung kami bawa ke kamar mayat RSSA Malang,” tambah Timbul.
Tewasnya Andrian menambah daftar panjang korban Coban Tundo. Bulan April 2016 lalu,  dua mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) juga tewas saat berwisata di air terjun itu. Yakni Mohamad Taufiq Bahtiar, asal Jember dan Muhamad Fafild Hasbullah dari Tulungagung.
Petugas Palang Merah Indonesia menemukan kedua jenazah tersangkut di ceruk tepat di bawah air terjun di kedalaman 7 meter. Mereka merupakan korban ke empat yang tewas di tempat yang sama sejak Januari 2016.

Dihantam Ombak Tamban
SELANG satu jam kemudian, musibah juga terjadi di Pantai Tamban, Desa Sumbermanjing Wetan. Lukman Hakim, 17, warga Desa Trimo Jatisari RT05 RW06, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan tenggelam setelah dihantam ombak besar.
“Sebenarnya ada empat orang yang dihantam ombak. Namun tiga teman lainnya selamat, setelah berenang ke tepian,” ujar Kasatpolair Sendangbiru, AKP Nyoto Gelar. Tiga temannya yang selamat tersebut adalah Maman, 20, warga Perum Bedali Agung, Lawang.
Lalu M Khoiri, 18 dan M Shidiqy, 15, keduanya tetangga Lukman. Ketiga korban yang selama ni langsung dimintai keterangan di kantor Satpolair Sendangbiru. Sedangkan jenazah Lukman yang berhasil ditemukan dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.
Menurut Nyoto, sebelum dihantam ombak lalu tenggelam, korban bersama dengan tiga temannya mandi dan bermain di pinggir pantai. Mereka bermain dengan cara naik batang kayu. Ketika asyik bermain tersebut, tiba-tiba datang ombak besar yang menghantam keempatnya.
“Ketiganya berhasil menyelamatkan diri dengan berenang. Nahas bagi korban. Tubuhnya baru ditemukan sekitar 20 menit namun dalam kondisi meninggal dunia,” tegasnya. Sedangkan di Pantai Bajulmati, Gedangan, sore kemarin heboh dengan penemuan orok bayi laki-laki.
Orok bayi yang diperkirakan berusia sekitar 5 bulan tersebut, ditemukan dalam kantong plastik. “Penemuan orok bayi itu, kali pertama ditemukan oleh warga yang memancing. Saksi curiga dengan bau busuk yang keluar dari dalam kantong plastik,” kata Kapolsek Gedangan, AKP Nuryono.
Setelah dibuka, ternyata berisi orok bayi yang kemudian dilaporkan ke Polsek Gedangan. “Anggota sudah melakukan olah TKP dan mengevakuasi orok bayi lalu membawanya ke kamar mayat RSSA Malang,” paparnya. (agp/mar)