Amankan Empat Peracik Mercon


DIAMANKAN : Inilah para peracik mercon yang diamankan polisi.


PROBOLINGGO – Petugas Polres Probolinggo menggerebek rumah yang diduga jadi peracik mercon. Empat pelaku pun diamankan dari  lokasi yang berbeda. Dari tangan para pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) yang terdiri  atas bubuk mesiu dan sumbu petasan.
Dari informasi yang dihimpun, penangkapan itu terjadi akhir pekan kemarin oleh anggota Sabhara. Penangkapan itu sendiri berawal dari laporan warga. Keempat pelaku yang diamankan adalah Sahi alias Enji, 45, warga Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan.
Ia ditangkap di  rumahnya sekitar pukul 23.30.  Selang 15 menit kemudian, polisi mengamankan Dulbasir alias Arsad, 50, warga Desa Bulujaran  Lor, Kecamatan Tegalsiwalan.  Saat mengamankan Dulbasir, polisi juga turut mengamankan  Nv, 16, serta M. Hori,  31.
Saat ditangkap, ketiganya sedang membuat petasan di rumah Dulbasir. “Saat dilakukan penangkapan, mereka sedang membuat petasan,” kata Kasat Sabhara Polres Probolinggo, AKP Istono.
Dari hasil penggeledahan, pihak kepolisian menemukan 1/2 kg bubuk mesiu dan empat ons bubuk mesiu di rumah Sahi.  Sementara di rumah Dulbasir,  petugas menemukan seperangkat  alat pembuat petasan.
“Ditambah dengan dua ikat sumbu petasan, empat renteng petasan dengan panjang  antara 3 hingga 4 meter, lima  kantong kresek petasan yang belum direnteng serta lima kertas untuk klontong petasan,” ungkapnya.  
Dari hasil pemeriksaan awal, keempat tersangka mengaku sebagai pembuat dan penjual petasan. Mereka menjual sesuai dengan pesanan warga. Petasan dijual dengan harga yang beragam. Untuk petasan berukuran kecil dijual dengan Rp 5.000, ukuran sedang Rp 25.000, sementara yang  berukuran besar dijual dengan  harga Rp 50.000.  
Istono menerangkan, tersangka  bisa dikenakan UU Darurat  No 12 Tahun 1961 dengan ancaman  hukuman maksimal 10 tahun. Namun, untuk kepentingan penyidikan, keempat tersangka diserahkan kepada Satreskrim Polres Probolinggo. Termasuk penanganan pada Nv yang masih dibawah umur. (jpnn/mar)