Bangun Rumah, Tersengat Listrik

MALANG - Nasib malang siang kemarin menimpa seorang tukang bangunan, yakni Arif Santoso, 39. Warga Dusun/Desa Bokor, Tumpang ini, dilarikan ke RSSA Malang. Ia tak sadarkan diri setelah tersengat aliran listrik saat membangun rumah di Jalan Raya Kebonagung, Pakisaji.
“Korban masih hidup, hanya saja saat kami evakuasi kondisinya tak sadarkan diri,” ujar Muji Utomo, anggota PMI Kabupaten Malang. Diperoleh keterangan, sebelumnya korban bersama pekerja lainnya sedang menyelesaikan pekerjaan membangun lantai dua sebuah ruko (kios) yang berada di selatan PG Kebonagung.
Korban bertugas menyelesaikan pembuatan dinding bagian luar. Jarak bangunan lantai dua dengan kabel listrik pinggir jalan, memang sangat dekat. Sebelum terjadi musibah, korban sudah diperingatkan oleh pekerja lainnya untuk berhati-hati.
Arif pun, mengiyakan dan terus menjaga diri supaya tidak terjadi apa-apa. Apalagi sampai kesetrum kabel, yang dapat membahayakan jiawanya. Namun namanya sudah musibah, meskipun sudah berhati-hati tetap saja tidak bisa dihindari.

Ketika sedang bekerja, tanpa sengaja tangannya menyentuh kabel listrik. Akibatnya, korban langsung terpental dan tubuhnya jatuh hingga membuatnya tak sadarkan diri. Pekerja lainnya yang mengetahui, langsung berteriak minta tolong.
Warga sekitar yang mendengar lantas berdatangan. Melihat korban masih bernafas, warga lainnya lalu menghubungi petugas PMI Kabupaten Malang. Dengan menggunakan alat tandu, petugas langsung mengevakuasi tubuh korban dari lantai dua.
Lantaran lokasinya pinggir jalan, sempat membuat jalanan macet karena banyak pengendara yang berhenti untuk melihat proses evakuasi. “Saat kejadian korban tidak memakai baju, hanya menggunakan celana. Jari tangannya ada yang luka, mungkin karena tersengat listrik,” jelas Muji.
Kapolsek Pakisaji, AKP Suyoto, beberapa saat setelah kejadian ketika dikonfirmasi mengatakan kalau pihaknya belum mendapat laporan. “Saya belum tahu, karena tidak ada laporan adanya orang tersengat listrik,” terang mantan Kapolsek Pagelaran ini. (agp/mar)