Bayi Dibuang di Sofa Rumah


TKP : Di depan rumah inilah, bayi perempuan dibuang lalu ditemukan seorang mahasiswi Universitas Brawijaya dan (insert) wajah bayi yang akan diadopsi penemunya. (SISCA ANGELINA/MALANG POST)

MALANG - Penemuan bayi kembali terjadi di wilayah Lowokwaru. Bila minggu lalu, warga Jalan Soekarno Hatta Malang dihebohkan dengan peristiwa itu, kini warga Jalan Sudimoro Malang juga gempar dengan pembuangan bayi di depan rumah nomor 3, kemarin pagi.
Bayi berjenis kelamin perempuan ini, ditemukan kali pertama oleh Maulida Puspita Dewi, di sofa depan rumahnya. Mahasiswi Universitas Brawijaya itu mengatakan awalnya tidak yakin ada bayi tergeletak di tempat tersebut.
“Ya saya pikir itu kucing. Bunyinya seperti kucing. Tapi setelah saya lihat kedua kalinya saya baru yakin itu bayi karena kepalanya keluar dari selimut yang membalut tubuhnya,” terangnya kepada wartawan saat ditemui di rumahnya.
Ia menjelaskan, saat itu sekitar pukul 05.50, hendak pergi berbelanja ke warung dekat rumahnya. Tak sengaja, tatap matanya melihat gulungan kain tergeletak di atas kursi sofa depan pintu rumahnya. “Saya lewati saja karena saya pikir kucing,” ungkapnya.  
Sekembalinya dari warung setelah berbelanja, dia mulai curiga dengan bungkusan tersebut. Namun, Maulida meneruskan masuk ke dalam rumah untuk mandi. Baru sekitar pukul 06.30, ia mengecek kembali ke depan rumah untuk melihat.
“Saya kaget karena ada kepala. Begitu saya buka, ternyata bayi perempuan,” tegasnya. Dia melihat, bayi perempuan tersebut hanya berbalut kain handuk berwarna merah dengan badan masih berlumur darah kental yang melekat.
“Ibu saya juga sempat melihat menduga kalau bayi ini baru lahir karena tali pusar masih tersisa seperti tidak terpotong dengan sempurna,” ungkapnya.  Sementara itu, Yanti, ibunda Maulida mengaku berencana mengadopsi sendiri bayi perempuan mungil tersebut.
Menurut dia, bayi yang diletakkan begitu saja di depan rumahnya dianggap sebagai anugerah bagi keluarganya. “Bayi ini putih, matanya sipit, rambut hitam tebal tidak rewel. Sehat dan kuat saat ditemukan, kasihan sekali sampai dibuang,” kata dia.
“Saya akan adopsi setelah proses di kepolisian untuk penyelidikan selesai. Nanti saya akan urus,” tandas ibu dua anak ini.  Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke ketua RT dan RW dan ditindaklanjuti ke Mapolsekta Lowokwaru.
Kepada wartawan, Kapolsekta Lowokwaru, Kompol Bindriyo menduga bayi yang dibuang di Jalan Sudimoro tersebut diduga merupakan hasil hubungan gelap. Pihaknya masih akan melakukan penyelidikan terhadap siapa saja yang tega membuang bayi tersebut.
“Kami telah melakukan penelusuran sementara di kawasan ditemukan bayi itu. Tidak terdapat kos atau kontrakan wanita yang menonjol untuk dicurigai. Memang tidak terlalu banyak kos wanita,” ungkapnya saat dihubungi.
Mantan Kasat Intel Polresta Malang (sekarang Polres Malang Kota) ini, menambahkan bayi perempuan tersebut dititipkan ke RS Permata Bunda untuk diperiksakan kesehatan dan dilakukan perawatan lebih lanjut.
Petugas jaga keamanan RS Permata Bunda, Tria Septa Anugrah membenarkan adanya kiriman bayi hasil temuan warga pada pukul sekitar 08.30.  “Saat ini dirawat di bangsal anak,” terangnya.  Tria menjelaskan bayi dalam keadaan sehat saat dibawa.
Berat badan saat ditimbang pun menunjukkan angka yang normal yakni kurang lebih 3 kilogram. Pihak RS Permata Bunda, sesuai standar operasional masih akan melakukan perawatan terhadap bayi tersebut selama 3 x 24 jam.
Setelah itu, lanjutnya, setelah dinyatakan benar sehat bayi akan diserahkan pada pihak berwajib atau menunggu instruksi langsung dari Dinas Sosial Kota Malang untuk tindak lanjut bagi siapa pun yang ingin mengadopsi atau merawatnya. (ica/mar)