Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pinggir Jalan

MALANG - Kholidul Aziz, sales TV berbayar tidak pernah menyangka pertolongannya terhadap perempuan yang menitipkan bayi kepadanya, berakhir dengan urusan di kepolisian. Ceritanya, Senin (19/7), saat hendak menyantap bakso di Jalan Soekarno Hatta, ada perempuan yang meminta bantuannya untuk menggendong sang bayi sebentar, karena ia akan menyebrang jalan dan membeli sesuatu

Kasus pembuangan bayi kembali terjadi di Kota Malang. Senin (19/7) bayi laki-laki ditemukan di sekitar kawasan Jalan Soekarno-Hatta Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Bayi malang tersebut dengan sengaja ditelantarkan oleh orang tuanya sendiri.
Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni mengatakan menurut laporan, bayi laki-laki tersebut ditelantarkan orang tuanya dengan cara menitipkan bayi kepada seorang pria bernama Kholidul Azis saat hendak menyantap bakso di daerah Jalan Soekarno Hatta.
“Kejadiannya si pelapor atas anama, Kholidul dititipkan bayi oleh seorang perempuan. Yang mengaku akan pergi sebentar ke seberang jalan untuk membeli sesuatu. Namun tidak kunjung kembali,” ungkap Nunung.
Setelah itu, Kholidul langsung melaporkan tindak penelantaran tersebut ke Polres Malang Kota. Menurut pengakuan, pelapor perempuan yang meninggalkan bayinya tersebut sempat membawa brosur indovison milik Kholidul sendiri.
Dalam brosur Indovision tersebut tercantum nama dan kontak Kholidul, yang notabene bekerja sebagai salah satu pegawai sales Indovison, yang kemudian oleh tersangka dipakai untuk mengkontak  via SMS kepada Kholidul beberapa jam setelah meninggalkan bayinya.
Isi sms tersebut berisikan pesan yang bertuliskan “Mas tolong rawat bayi saya, karena saya ga mampu rawat, matur nuwun. Lahir 15-07-2016 pagi nama Asvathama Yuciro dan saya mau pergi ke Jakarta. Matur nuwun”
Atas kejadian tersebut, Kholidul langsung menyerahkan bayi ke pihak kepolisian yang selanjutnya bayi tersebut diserahkan ke pihak RS Saiful Anwar. Nunung menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melacak keberadaan orang tua bayi tersebut melalui nomor handphone yang dipakai untuk mengkontak Kholidil.
“Jika tertangkap dapat dikenakan pasal penelantaran anak dan perlindungan anak dengan ancaman minimal 3 tahun maksmimal 15 tahun penjara,” terang Nunung.
Sementara itu, Humas RS Saiful Anwar, Titiek Intiyas Hidayati, SH., Selasa (19/7) mengkonfirmasi bahwa pihaknya benar telah menerima kiriman bayi yang ditelantarkan di kawasan Jalan Soehat pada Senin (19/7) sekitar pukul 20.00.
“Saat dibawa kondisi sedikit mengkhawatirkan karena agak menggigil kedinginan. Tapi sehat,” ungkap Titiek. Ia meneruskan, segera setelah dibawa oleh pihak warga yang menemukan, bayi laki-laki dengan berat 3 kilogram dan panjang 48 cm pihak RSSA segera memberikan perawatan pertama.
 Menurut Titiek, pihaknya akan memberikan perawatan selama 2 kali 24 jam atau sampai benar dinyatakan sehat dan kuat, sebelum nantinya akan ditindak lebih lanjut oleh Dinas Sosial.

Menurut data Malang Post, sampai pertengahan tahun ini, Awal Tahun Ini, kasus pembuangan atau penelantaran bayi telah mencapai sekitar 6 bayi.  Keenam kasus tersebut tersebar di lima kecamatan di Kota Malang.
Diantaranya, Kecamatan Sukun (3 kasus), Klojen (1 kasus), dan Kedungkandang (1 kasus) dan yang baru saja terjadi penelantaran bayi di Jalan Soehat ini, menambah daftar kasus pembuangan bayi di Kota Malang.
Dari total enam kasus pembuangan bayi tahun ini, empat diantaranya meninggal dunia. Dan menurut keterangan yang didapat sebagian besar pelaku pembuangan bayi berasal dari kalangan mahasiswa atau pelajar.
Kepala Unit Satuan Reserse dan Kriminal Polsek Sukun, Iptu Gunarsono mengatakan selama tahun ini saja, ada tiga kasus pembuangan bayi dan orok di Sukun.
"Satu bayi dan dua orok. Kami sebut orok, karena belum sempurna menjadi bayi. Bayi yang dibuang beberapa hari lalu, dalam kondisi meninggal dunia," ujar Gunarsono, saat dkonfirmasi. Ke semua bayi ditemukan di sungai yang mengalir di Kecamatan Sukun, yakni di Kelurahan Bandungrejosari, Bakalan Krajan, dan Karang Besuki.
Sedangkan kasus pembuangan bayi di Kecamatan Klojen ditangani penyidik Polres Malang Kota, awal April 2016 lalu. Pembuang bayi sudah ditemukan dan ditangkap polisi. Bayi itu digugurkan oleh ibunya, seorang mahasiswi di Kota Malang, karena kehamilan yang tidak diharapkan.
Sebelum itu, akhir Maret 2016 lalu, warga di sekitar Block Office Kota Malang dikejutkan dengan bayi laki-laki hidup berada di bangku kayu. (Ica)