Beda Harga, Polisikan Indomaret


LAPOR :  Supriarno melapor ke Polsek Kepanjenkidul karena harga barang yang tidak sama di Indomaret.

BLITARTIMES – Gerai Indomaret di Jalan Veteran Kota  Blitar dilaporkan ke polisi oleh Supriarno, 46, seorang pengacara, warga Jalan Jati 38 RT03 RW12 Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.
Laporan ini setelah Supriarno merasa dirugikan karena membeli barang di Indomaret dengan harga yang tercantum di rak dan di kasir berbeda. “Saya melapor ke Polsek Kepanjenkidul karena merasa tertipu dan dirugikan sebagai konsumen,” ungkapnya.
“Laporan saya diterima polisi sebagai aduan,” kata Supriarno, ditemui usai melapor ke Polsek Kepanjenkidul.  Ia mengaku, Sabtu (3/9) sekitar pukul 07.15 membeli satu tissue merek Indomaret seberat 400 gram dan satu parfum merk Bellagio di Indomaret Jalan Veteran.
“Untuk harga tissue, price list yang tertera di rak adalah Rp11.900, namun dinota yang saya bayar adalah Rp 12.700,” paparnya. Sebenarnya harga tissue itu tidak mahal, cuma kelebihan Rp 800 dari harga yang tertera di price list.
Namun ia menduga ini adalah modus yang apabila dibiarkan bisa membuat banyak masyarakat tertipu. “Saya tidak ingin orang lain mengalami nasib seperti saya, maka saya laporkan ini ke polisi,” ungkapnya.
Supriarno mengaku baru sekali ini merasa tertipu membeli barang di Indomaret, karena yang biasa berbelanja adalah istrinya. Namun ia sering mendapat pengaduan terkait tidak cocoknya harga antara price list dan kasir dari teman-temannya di luar daerah.
“Teman saya di Tulungagung pernah mengalami hal seperti ini saat belanja di Indomaret tapi tidak berani lapor. Saya kira ini sistematis ya karena satu management,” imbuh Supriarno. Ia berharap polisi bisa segera mengungkap permasalahan ini.
Kejadian seperti ini, ujarnya, sudah sering terjadi dan membuat masyarakat resah. Menyikapi laporan itu, Kapolsek Kepanjenkidul, Kompol Sugeng Pamudji mengatakan pihaknya akan segera melakukan klarifikasi kepada management Indomaret Jalan Veteran.
“Pihak Indomaret akan segera kami undang untuk klarifikasi,” kata Sugeng Pamudji. Penyelesaian masalah ini tidak harus dengan pidana, tapi bisa dilakukan dengan upaya mediasi karena bisa jadi karyawan itu tidak melaksanakan perintah dari atasan. (jpnn/mar)