Bekuk Geng Motor Pembunuh

LUMAJANG - Peristiwa pembunuhan sadis yang terjadi di Kabupaten Lumajang beberapa waktu lalu berhasil terungkap. Peristiwa yang menghebohkan warga Lumajang itu, menimpa Mudhori, pemilik warung kopi dan membacok Saifuddin, anggota DPRD Kabupaten Lumajang.
Aparat Tim Resmob Satreskrim Polres Lumajang akhirnya berhasil meringkus geng motor yang bertanggungjawab atas peristiwa tersebut. “Lima orang tersangka pembunuhan dan penganiayaan yang ditangkap, rata-rata usianya masih remaja,” kata Kasubbag Humas Polres Lumajang, Ipda Gatot Budi Hartono.
Dijelaskan dia, kelima orang yang dibekuk yakni Muhammad Ibrahim, 17, Dandi Purwanto, 17, Mulyasin, 17, Muhammad Ikhsan, 23, dan Feri Fadli, 24. Semuanya merupakan warga Dusun Pondok Telo, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang.
Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang-bukti berupa dua buah celurit, sebuah pisau lipat dan enam unit motor yang digunakan tersangka saat melakukan penyerangan. “Turut diamankan juga enam remaja lain sebagai saksi,” kata Gatot, sapaannya.
Menurut dia, kelima saksi ini mengetahui secara langsung peristiwa pembunuhan sadis dan penganiayaan anggota DPRD Kabupaten Lumajang tersebut.  Pengungkapan peristiwa pembunuhan yang meresahkan masyarakat berhasil dilakukan berkat kerja keras penyelidikan.

“Dari penyelidikan yang dilakukan anggota, pendalaman informasi dari saksi mengenai ciri pelaku, anggota berhasil mengidentifikasi geng motor yang melakukan tindakan kriminal tersebut,” tambah perwira polisi ini.
Saat dilakukan penangkapan, petugas mendapat informasi kelompok geng motor tengah menggelar pesta miras di areal jalan sawah di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Lumajang. Saat itu juga, petugas melakukan penyergapan terhadap kelompok remaja itu.
“Jumlah yang diamankan dari penangkapan itu berjumlah 11 orang. Setelah dilakukan interogasi, terungkap bahwa pelaku pembunuhan dan penganiayaannya hanya lima orang tersangka saja. Sisanya hanya sebagai saksi,” terangnya.
Kini, kelima tersangka masih menjalani penyidikan intensif di Mapolres Lumajang untuk mendapatkan proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Belakangan diketahui, jika motif kejadiannya hanya masalah sepele.
Saifuddin, anggota DPRD Kabupaten Lumajang sempat berpapasan dengan kelompok geng motor dan berpandangan, hingga membuat mereka jengkel. Setelah itu, terjadilah insiden penyerangan yang berujung seorang korban tewas dan empat luka tersebut. (jpnn/mar)