Berangkat ke Masjid, Dibacok


DIPERIKSA: Tersangka Mariono, ketika menjalani pemeriksaan di Mapolsek Dampit.

MALANG - Mariono, 60 tahun, warga Dusun Lambang Kuning, Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, harus menikmati masa tuanya di balik terali besi sejak kemarin. Kakek 8 cucu dengan 2 cicit ini, ditahan di Mapolsek Dampit, karena kasus penganiayaan. Korbannya, adalah Satip, 55 tahun, tetangganya sendiri.
Ini adalah kali keduanya Mariono, meringkuk dalam tahanan karena kasus yang sama. Pada 2013 lalu, dia pernah ditahan juga karena menganiaya Satip. Korban dibacok menggunakan celurit, karena masalah penebangan kayu.
"Tersangka ini kami tangkap di rumahnya, setelah mendapat informasi kepulangannya. Selama ini, tersangka kabur ke wilayah Kota Batu," ujar Kanitreskrim Polsek Dampit, Iptu Soleh Mashudi.
Penganiayaan yang dilakukan Mariono, terjadi Jumat (5/8) lalu sekitar pukul 04.00. Peristiwanya di jalan kampung dekat Masjid. Saat itu, korban bermaksud mau menunaikan salat Subuh berjamaah di Masjid tak jauh dari rumahnya.
Ketika perjalanan menuju Masjid, langkahnya dihentikan oleh tersangka. Tanpa banyak bicara, Mariono langsung mengeluarkan celurit dan menebaskan ke arah korban. Meski sudah menghindar, namun sabetan senjata tajam itu mengenai punggung korban.
Sadar bahwa nyawanya terancam, sembari menahan sakit dan berlumuran darah, korban lantas lari meminta pertolongan warga. Sementara tersangka yang ketakutan, juga berlari pulang. Ia lalu kabur ke Kota Malang dan Kota Batu.
Sugianto, 28 tahun, anak korban yang tidak terima dengan peristiwa penganiayaan yang dialami ayahnya, lalu melaporkan ke petugas Polsek Dampit. "Pengakuan tersangka, ia menganiaya korban karena masalah kayu. Namun kami akan tetap mengembangkan motifnya, karena ada dugaan motif lain," tutur mantan Kasubag Humas Polres Malang.
Sementara itu, dalam pemeriksaan Mariono, mengatakan kalau dia membacok korban karena masalah kayu. Korban dikatakannya, menebang kayu di sekitar Masjid tanpa ada musyawarah. "Dia menebang kayu di Masjid tidak membicarakan dulu. Langsung asal potong, padahal kayu itu adalah milik Masjid," ucap tersangka Mariono.(agp/jon)